Kiss.. Should it be Love? (Part 2)

Main Cast : Taeyeon, Tiffany

Other Cast : Member SNSD dll. (banyak deh pokoknya).

Pairing : Taeny

Genre : Yuri, Stright.

(mianh agak ooc, soalnya ini aku ngarang total)

flash back

@Canteen
-siwon pov –

aku meneguk jus yg ku pesan barusan. kulihat leeteuk teman sejalanku sedang sibuk menerima godaan dari wanita-wanita lain. ya maklum saja dia sangat populer tidak beda jauh denganku, tapi aku hanya mencintai satu yeoja yaitu tiffany. Walaupun kadang – kadang sifat playboy ku juga keluar, tapi cintaku hanya untuk tiffany. “hey choi siwon, kau tidak bosan pacaran dengan yeoja yang itu itu saja” leeteuk memalingkan wajahnya dari yeoja-yeoja itu dan mencoba berbicara serius denganku. “apa maksudmu? aku mencintai tiffany tau!!” aku mencoba membantah pertanyaannya barusan. “bukan begitu, tapi lihatlah kau sudah pacaran dengannya hampir 2 tahun lebih tapi ciuman saja tidak pernah. buat apa? mending kayak aku jadi playboy”. (jiahh playboy bangga)
“atau jangan-jangan memang dia tidak cinta padamu lagi, kau ini bodoh sekali” leeteuk mulai sok tau.

“anio, dia itu hanya belum siap. lagipula aku yakin dia cinta padaku.”

“aku sedang ada masalah dengannya, itu semua gara-gara kau yang menyuruh yeoja itu pergi ke taman malam itu, padahal kan aku lagi mau kencan sama tiffany.”

” lihat akibat keisenganmu hubunganku jadi emergency. aku harus segera memberi penjelasan padanya”
aku membela diri dan mulai mengingat masalah terpenting bagiku saat ini.

“itu kan bukan salahku, yeoja itu yang memaksa ingin tahu keberadaanmu saat itu, fansmu itu melebihi fans ku saat ini..haha..”
si leeteuk mulai ngelantur. tiba- tiba seorang yeoja menghampiri meja kami.

“leeteuk oppa, kau ada acara gak malam minggu, ?”

“eh, tentu saja tidak, memangnya kenapa” seperti biasa leeteuk pun meladeni yeoja-yeoja aneh itu. ah mending aku mikirin tiffany, kok dia belum datang ya. tadi aku sudah bilang kan ingin bicara,huh.. pasti dia masih tidak mau bertemu denganku. aha…aku suruh dia aja. aku mengeluarkan hp ku dan menelpon sebuah nama, choi sooyoung.

@jalan menuju kantin

-sooyoung pov-

“yeobosseyo..ne oppa ada apa?”

[siwon : bisakah kau bicara dengan tiffany kami ada masalah]

“Ya Tuhan lagi-lagi kau melibatkanku, waktu mau pdkt, mau jadian, mau kencan, bertengkar selalu aku dibawa-bawa. nnti kalau mau putus bilang juga sama aku ya!”

[siwon : ayolah kau kan dongsaeng ku yang paling baik dan cantik]

“kalau ada maunya saja memujiku, memang seluruh dunia juga tau hal itu, maaf aku sedang lap..” siwon oppa menginterupsiku

[siwon : nanti aku bayarin makan sebulan penuh] hmm..aku tergoda juga nih ..baiklah

“aku mau tapi dua porsi ya” aku langsung menutup telepon.

“ayo yoong ikut aku, setelah itu baru kita makan”

“aishh mau kemana aku lapar ke kantin dulu yuk!” yoona si anak baru itu merengek. belum sempat aku menjawab rengekannya aku melihat tiffany berjalan bersama seseorang ke arah toilet

“TIFFANY” aku memanggilnya.

“Tiffany, tunggu.!!” aku mencoba memanggilnya lagi untuk menyelesaikan segera urusan ini aku sudah lapar soalnya. ah sepertinya dia tidak dengar, aku mencoba menyusul mereka dan yoona pun mengikutiku. aku mengikuti smpai ke toilet, loh kok mereka masuk berdua. mau ngapain tuh aku jadi curiga.

‘flashback end’

-author pov-

“tiffany.. apa yg kau lakukan disini?!” sooyoung kaget karena taeyeon jatuh diatas tiffany. (author cuman mau kasih tau kalo pas taeyeon pipis itu tiffany gak ngeliat ke arah taeyeon lgian tiffany tutup mata, oke) “aduh..sakit sekali” tiffany mengaduh karena ketimpa taeyeon. taeyeon langsung bangkit seraya membangunkan tiffany. “eh..mianhe kau tidak apa-apa ..mianhe habisnya lantai ini licin sekali.” taeyeon memeriksa keadaan tiffany. “mana yang sakit?!” taeyeon khawatir ceritanya. “aduh..ini kakiku tadi terbentur tembok!” tiffany mulai manja -_-. “sini biar aku liat, sakit sekali ya. aduh maafin aku ya!” taeyeon merasa bersalah dan saking khawatirnya terus memeriksa keadaan tiffany tanpa menyadari dua orang di depan pintu yang sedang kaget. “ehem..” sooyoung berusaha menyadarkan dua orang itu. lalu mereka berduapun segera bangkit dengan tiffany dipapah oleh taeyeon.

“aish..jangan-jangan benar kalau selama ini kau itu penyuka sesama jenis ya” celoteh sooyoung sok tau.

dan tiba-tiba #pletakk sooyoung dijitak oleh yoona.
“kau ini bicara apa hah..dia itu eonnie ku tidak mungkin dia seperti itu.” akhirnya yoona bersuara.

“eh..yoona!” taeyeon baru sadar ada yoona.

“hah, sejak kapan kau jadi dongsaengnya tiffany?!”
sooyoung masih sok tau dengan nebak-nebak tapi salah.

“ya..bukan dia tapi yang ini..taeyeon eonnie itu kakakku. tidak mungkin dia seperti yang kau bilang..jangan asal ngomong” yoona menunjuk ke arah taeyeon.

“eh yoona kok ada disini?!” taeyeon keluar dari kamar mandi bersama tiffany.

“eh a..apa maksudmu?” tiffany reflek menjawab pernyataan sooyoung tadi.

“kalo aku seperti itu untuk apa aku pacaran dengan oppa mu” sambung tiffany.

“ya mana aku tau!” sahut sooyoung.

ah dia sudah punya namjachingu batin taeyeon.

“sebenarnya tadi aku mengajak tiffany karena aku tidak berani ke kamar mandi sendirian” taeyeon mencoba membela tiffany.

“loh sejak kapan eonnie takut sama hantu?” yoona menyela.

“oh iya tadi kau buru-buru katanya kebelet kok sekarang biasa aja” taeyeon berusaha mengalihkan pembicaraan sambil tetap memapah tiffany.

“ah..sudah tidak lagi kok ” jawab sooyoung.

“loh kok bisa, jadi sebenarnya ada apa” tiffany mencari tahu maksud sooyoung sebenarnya.

“begini loh eonnie…itu anu…”

“perasaanku gak enak, tumben kamu manggil eonnie. ada apa sih?!” tiffany bertanya sambil dipapah taeyeon.

“begini loh..siwon oppa nungguin kamu di kantin.”
terang sooyoung.

“ah aku lagi males ketemu sama oppa mu.” tiffany menolak.

“aduhh aku lapar, ayolah kita ke kantin. eonnie ayoo….” yoona merengek.

“aku juga, tapi gimana ya…, tiffany kau sudah tidak apa-apa kan, bisa jalan sendiri” taeyeon mencoba melepaskan
tiffany.

“aduh duh..masih sakitlah. kau mau kemana aku ikut denganmu tapi papah aku ya” tiffany makin manja.

“yah baiklah kalo begitu, karena aku yang menyebabkanmu begini, jadi apa boleh buat.” pasrah taeyeon.

“yahh jadi kau terpaksa” tiffany cemberut, lagi-lagi taeny mengabaikan soona.

“kalau begitu ayo cepat sekaliankau bertemu sama siwon oppa nanti ya!” sooyoung bergegas ke kantin sambil menarik tangan yoona.

@canteen

tiffany pov

saat tiba di kantin aku masih dibantu taeyeon untuk berjalan. sebenarnya aku bisa berjalan sendiri, tapi aku memang sengaja ingin mengerjai taeyeon. hahaha, melihat wajahnya yang khawatir itu sangat lucu, aku seperti menyadari sesuatu tapi aku masih tidak bisa mengingat dengn jelas apa itu.
kulihat siwon oppa sedang duduk dengan leeteuk oppa disebuah meja. dia menatapku sambil tersenyum kemudian senyumnya menghilang.
“tiffany kau kenapa?” tanya siwon oppa padaku.

“sudahlah tidak penting..cepat katakan ada apa?” aku mencoba mempercepat pertemuan ini.

“aku ingin menjelaskan semuanya..tapi jangan disini donk…ayo ikut aku!” sion mengajakku ke tempat biasa kami menyelesaikan masalah.

“di sini atau tidak sama sekali oppa” jawabku lembut.

“mwo.. ayolah apa maksudmu bicara di sini..ini hal privasi kita tiffany… ayo!” siwon oppa mengulurkan tangannya padaku. sementara aku masih di rangkul oleh taeyeon , kulihat wajah sion oppa memohon. aku menoleh ke arah taeyeon dia hanya diam.

” wah..wah..wah..sepertinya ada yang baru nih, tiffany kenalin dong temannya!” kulihat leeeuk oppa menghmpiri kami. siapa yang dia maksud. hah? taeyeon playboy macam dia ingin mendekati taeyeon ku. ..mwo..taeyeonku …aduh ada yang salah ya dengan otak ku. aku menggelengkan kepala ku.

:”loh kenapa, kamu gak mau ngenalin? ” tanya leeteuk oppa.

“annyeong hasseyo kim taeyeon imnida, aku anak baru disini. sepertinya kalian sunbae..salam kenal” kulihat taeyeon tersenyum sambil membungkukan kepalanya sedikit sementara masih merangkulku.

:”tiffany, ayo…kumohon!” siwon oppa bersuara lagi.

aku berpikir beberapa saat. mungkin ini saatnya. “baiklah, ayoo oppa ikut aku!” ajakku sambil melepaskan tanganku dari leher taeyeon dan berjalan dengan normal.

“m,,mwo…” kulihat sekilas taeyeon membelalakkan matanya.

siwon mengikutiku. sementara saat aku menoleh ke belakang kulihat leeteuk mengajak taeyeon untuk duduk dan memesan makanan sambil memperlihatkan senyumnya yang kata orang banyak terutama para gadis sangat mempesona. ih biasa aja… lebih hebat eyesmile ku .taeyeon aja langsung bengong pas liat pertama kali..lucu sekali ekspresinya. hihihi..

“tiffany..kau dengar aku?” siwon oppa melabaikan tangannya di wajahku. Ya Tuhan sepertinya aku tersenyum sendiri..ah aku langsung menggelengkan kepalaku.

“kau baik-baik saja?”

“n,,ne oppa im okay” ku jawab.

“tiffany aku ingin menjelaskan semuanya, aku minta maaf,,mianhe..aku..”

“tidak ada yang perlu dimaafkan oppa, justru aku ingin minta maaf, ..” aku menghembuskan nafasku dengan berat.

“sepertinya kita memang tidak cocok, kau tidk salah. aku bukan kekasih yang baik, aku tidak pernah memperhstiksnmu. aku minta maaf untuk ini oppa,, sepertinya ini berakhir” aku menunduk sambil menahan tangisan di mataku.

“a..apa maksudmu tiffany. tolong ddengarkan aku, malam itu aku tidak benar-benar seperti yang kau lihat.. ku mohon tiff ,,jangan bilang begitu. saranghae tiff….” siwon oppa memegang kedua tanganku dan berusaha merubah keputusanku.

“aku tau itu oppa, ini bukan karena malam itu. aku hanya….” aku menghembuskan nafas bera sekali lagi.

“mianhe oppa..kurasa aku tidak pernah mencintaimu…”

mata siwon terbelalak seakan tak peraya ” bohong,ini tidak mungkin, katakan kau mencintaiku kan..tiffany katakan!!” siwon mulai membentak.

“mianhe oppa aku mencintaimu.. namun hanya sebatas dogsaeng kepada oppa nya tidak lebih.. aku sudah nerusaha oppa tapi aku tak bisa..huft.. mianhe ada orang lain,,,”

“apa? orang lain,,.siapa? namja yang tadi pagi? ” siwon mengeraskan suara.

“hah ,,namja yang mana. tentu saja bukan oppa. aku baru mengenalnya. itu tidak mungkin.”

“kau masih ingat waktu itu aku menceritakan cinta pertamaku ,, dan spertinya aku masih tidak bisa melupakannya,” aku melanjutkan.

“tapi itu masa lalumu,,itu sudah lama,,dan dia tidak akan kembali,,lihat aku! aku ada di hadapanmu dan aku mencintaimu” siwon memegang pundakku dan menariknya ke hadapannya.

“aku merasa dia akan segera datang” aku menjawab cepat.

“bicara apa kau ini…lihat aku tatap mataku katakan kau tidak mencintaiku”

aku menatapnyaa dengan tegas ku katakan “mianhe siwon oppa aku tidak mencintaimu sama sekali”

kulihat tangan siwon oppa melayang ingin memukulku. aku menutup wajahku,………
#plakk tamparan yang lumayan keras mendarat di wajahku

“kenapa aku tidak bisa membuatmu mencintaiku. ”

“maaf oppa .. banyak gadis yang lebih baik daripada aku, mungkin kita tidak berjodoh.” aku memegang pundaknya.

“dengar, aku sangat mencintaiku. kembailah kapanpun kau berubah pikiran” siwon menarikku kedalam pelukannya.

“mianh oppa..aku hanya tidak ingin melukaimu lebih dalam. ” aku tak bisa menahan tangisku karena sudah melukai seseorang. siwon melepaskan peluknnya dan berlalu.

aku tinggal sendirian sampai ada beberapa orang daatang.

-AUTHOR POV-

“hey..itu dia gadis yang membuat siwon oppa patah hati.” Seungyon yang merupakan fans siwon menatap sinis pada tiffany.

“dia kira dia siapa, berani-beraninya melakukan itu” Ga In ikut-ikutan melihat sinis ke tiffany

“baguslah kau sadar diri untuk memutuskan hubungan ini.”

“tapi kami tidak akan melepaskanmu begitu saja” Ga In menambahkan

“kami bisa berbuat apapun yang kami mau..” Seungyeon tersenyum licik.

“kau jangan sok cantik ya. ayo kita lihat seberapa cantik dia kalo kita menggunting rambutnya.” Jiyeong yang merupakan bos geng bernama “loyalist siwon” itu tiba-tiba muncul dengan sebuah gunting.

“huahhahahahaha…” Ga in mengeluarkan tawa genderuwwo.

“aaa…apa yang akan kalian lakukan,,kumohon jangan.”
__________________________________________________________________________________________________________________________

@canteen
Taeyeon Pov

kenapa tadi tiffany pura-pura tidak bisa jalan ya,, apa maksud dia? haha..mengingat kejadian di kamar mandi, wajahnya amzing, cantik, imut, lucu..

“hai, kau tinggal di mana? ” leeteuk melempar senyum sambil bertanya padaku, ma\enyadarkan lamunanku.

“ah,,aku tinggal di daerah sini tidak begitu jauh kok.” aku tersenyum sambil memikirkan sesuatu. kulihat namja bernama siwon itu kemari, tapi aku tidak lihat fany. ah, kenapa perasaanku tidak enak ya..

“hey,,mm,,siwon oppa ya.”

“ya,,ada apa? “siwon mengangguk.

“mm,,, tiffany di mana,? tidak bersamamu?”

“ah..tidak. aku meninggalkannya disana.”

“kenapa kau meninggalkannya? ”

“apa yang salah,,dia sudah besar, aku idak meninggalkannya di hutan,, hanya di belakang sekolah. lagipula kami sudah putus. ” siwon mengerutkan keningnya.

entah mengapa aku merasa fany pasti butuh seseorang saat ini.

“mm ,,,permisi ya. aku ingin menemui fany” aku mwmbungkukan badan ku setelah berdiri.

“hey , mau kemana. belum sempat ngobrol lama” leeteuk bersuara.

“mianhe aku harus segera pergi”

_______________________________________________________________________________________________________________________

Taeyeon Pov

aduh ini benar taman belakang kan, di mana tiffany.
seperti ada suara teriakan.

AUTHOR POV

“kumohon jangan ” tiffany mengangkat tangannya kedepan untuk mencegah niat 3 orang aneh tersebut.

“tolongg” tiffany berteriak namun karena lokasi ini jauh dari kelas-kelas lain maka tak ada yang akan mendengar jelas, tiffany terus memohon dan menangis.

“hahaha..mau minta tolong sama siapa, tidak ada yang akan dengar”

“apa lagi mau ihat,,”

“tidak akan ada yang peduli”

#bukk suara pukulan keras menghampiri Jiyeong. ia dan guntingnya pun terjatuh.

tiffany masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya, seseorang itu langsung menarik tangan tiffany dan segera mengajaknya berlari sebelum ketiga orang itu sadar apa yang sedang terjadi.

Seungyeon dan Ga In masih kaget namun mereka tidak peduli pada tiffany dan orang yang menyelamatkannya. mereka hanya menunduk dan berusaha membangunkan bos nya yang sepertinya pingsan/

“ottohke Gain bagaimana ini…bos..bos..bangun bos,,”

“..ayo kita bawa ke UKS ” mereka berusaha mengangkat Jiyeong yang lumayan berat itu.

_____________________________________________________________________________________________________________________________

Setelah lelah berlari mereka berhenti di sebuah korodor yang sepi (ceritanya ini sekolah nya luas banget ya. ada asrama nya juga nanti).

“h.kau..tidak apa apa?” orang itu terengah-engah sambil menatap ke arah tiffany yang masih shock dan menangis.

tiffany langsung memeluk orang itu dengan erat..

“gomawo…gomawo…Kim…….

TBC aja dulu ya

,,,ntar aku sambung lagi,,capek banget ngetik,,
aku tau ini msh kurang panjang,,,mianhe aku gak ahli nulis.T_T
mianhe kalo typo n kkurangan sgala macem,,mohon dimaafin,,yang mau komen silahkan saya berterima kasih banget,,yang gak mau juga gak papa kok…:)
yang mau copast silahkan ,,berarti karya aku bagus…#plakk ini beneran karya aku sendiri loh walopun jelek bnget and ancur gini,,aku pemula,maklumi aja ya..hehe..oia dsini pemainnya semua Artis K-Pop. jadi misalnya aku jadiin idola kalian org jahat,,maaf ya,,kn cuman fiksi.
kamsahamnida …*bow*

Advertisements

19 thoughts on “Kiss.. Should it be Love? (Part 2)

  1. wah bagus nih ceritanya πŸ˜€
    wkwk syukur deh fany putus sama siwon XD jadi taeny bisa bersatuβ™₯
    ditunggu chap selanjut nya πŸ˜€

  2. Waaaah kyknya yg nolong fany itu taeng deh..
    Wah klo iya berarti taeng super hero fany..
    Wah fany ngerasa ada sesuatu,,perasaan fany ma fany kah??
    Wah bener2 penasaran..

  3. masih penasaran dengan cinta pertamanya fany.. apakah cinta pertamanya itu taeyeon,, molla..!!

    author jangan lama2 updatenya,, hehe

  4. Fany baru ketemu udah manja sama taeng -,-
    wah baguslah siwon di putusin xD
    Aku gak suka sama imagenya leeteuk di sini! playboy banget!!
    Wkwkwk taeng jadi penyelamat nih ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s