Kiss.. Should it be Love? (Part 4)

Main Cast : Taeyeon, Tiffany, Yoona (bias ku semua ini,,hehe)

Other Cast : Member SNSD dll. (banyak deh pokoknya).

Pairing : Taeny (main) , yulsic, yoonhyun, soona, royal family deh pokoknya.

Genre : Yuri, Straight.

-author pov-

“taeng… apa yang kau lakukan?? ” tanya tiffany kaget karena ciuman tiba-tiba yang dilakukan taeyeon.

“aku menciummu tiffany ” jawab taeyeon santai sambil tersenyum.

“iya aku juga tau kali. tapi kenapa? buat apa?? kok di bibir??” tanya tiffany lagi.

“soalnya kan aku cinta sama kamu. and you love me too, ya kan!! ” jawab taeyeon dengan mantap.

tiffany hanya terdiam, dan diamnya tiffany membuat taeyeon merasa bersalah.

“tiffany.. kenapa kau diam saja. kau tidak senang ya aku cium. maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu marah, aku hanya… aku menyayangimu tiffany. aku tidak suka kalau kau sedih, aku tidak ingin jauh darimu, aku senang kalau kau bahagia. aku bahagia kalau kau tersenyum. aku… aku.. mencintaimu. i love you. ”

“maaf, kumohon jangan marah padaku” kata taeyeon lagi, karena tiffany hanya terdiam dari tadi.

“hahahahaha….” tiba-tiba tiffany tertawa.

“kok ketawa sih, kau gak marah?” tanya taeyeon khawatir.

“tentu saja tidak taeng.. kau lucu sekali sih. aku juga sayang padamu, kau sangat baik padaku, I love you too taeng. ” kata tiffany

kemudian tiffany mendekat ke arah taeyeon dan mencium taeyeon di bibirnya. wajah taeyeon memerah.

tak beda jauh dengan taeyeon, wajah tiffany pun memerah. tiffany pun melepaskan ciumannya.

“nah sekarang satu sama..hahaha” kata tiffany sambil memprlihatkan eye smile nya.

“hahaha… tiffany aku senang sekali, tenyata kau tidak marah. aku takut sekali tadi., terima kasih tiffany.”

“terima kasih buat apa”

“terima kasih karena kau juga cinta padaku ”

“tiffany, kau mau berjanji sesuatu padaku”

“hmm… pa itu??”

“jangan pernah mencium orang lain, yang tidak kau cintai”

“berarti aku hanya boleh mencium mu dong. kan aku cinta nya cuman sama kamu”

“tiffany kamu ngegombal”

“kan kamu lebih sering ngegombal, sekali-sekali aku yang ngegombal kan gak apa-apa”

“tiffany aku cinta kamu”

“aku tau, aku juga kok. pulang yuk”

“ayo, miyoung!! upss…”

“heyy!. taeyeon kau bilang apa barusan!!”

“tiffany sekarang kau marah ya!!”

“kan sudah ku bilang. jangan panggil aku dengan nama itu” kata tiffany sambil cemberut.

“tiffany kamu imut sekai kalau seperti itu” kata taeyeon sambil mencubit pipi tiffany.

“miyoung..miyoung…miyoung..hahaha”

“yah! taeng..kau menggodaku!! awas kau!!” teriak tiffany sambil mengejar taeyeon yang sudah berlari duluan.

“hahaha..miyoung..ayo kejar aku” taeyeon tertawa sambil terus menggoda tiffany.

-flashback end-

“hahaha..sudah lama sekali, akhirnya aku bertemu lagi dengannya ” gumam taeyeon sambil membayangkan kenangan lamanya.

“hmm,,, sepertinya ada yang aku lupakan apa ya.. ” gumam taeyeon lagi saat memasuki pintu kamarnya.

“Ah.. Yoona.. kemana ya anak itu. bukankah aku sudah menyuruhnya pulang sendiri tadi. semoga dia tidak marah. ” taeyeon berjalan keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian.

“mm,,, oppa, apa kau melihat yoona ?” tanya taeyeon pada hyesung yang sedang berniat keluar dari rumah.

“tidak ” jawab hyesung dingin. semenjak mengetahui bahawa hyesung bukanlah anak kandung dari ayah mereka beberapa tahun yang lalu, hyesung menjadi bersikap dingin kepada taeyeon karena ayah mereka juga merubah perlakuannya terhadap mereka. ayah mereka sangat terlihat lebih menyayangi taeyeon dari pada hyesung.

“ah.. kemana ya dia. ” gumam taeyeon.

———————————————————————————————————————————-

@Sooyoung,s House

” ayo masuk, sepertinya oppa ku akan pulang larut.”

“ne, eh, sooyoung orang tuamu mana?”

“orang tuaku sedang mengurus bisnis mereka di luar kota, mereka sangat sibuk. aku tinggal bersama oppa ku disini.
duduklah, sebentar kuambilkan minum”

“ne, terima kasih soo.” yoona tersenyum pada sooyoung dan segera duduk di sofa.

“ini, kulihat wajhmu murung, apa ada hal yang mengganggumu?” tanya sooyoung pada yoona yang juga segera duduk di sofa di samping yoona.

“hmm tidak aku hanya memikirkan eonnie ku. baru kali ini dia mengabaikanku. apa karena yeoja yang tadi itu ya.. ”

“siapa? tiffany maksudmu?” tanya sooyoung sambil menyeruput minuman kalengnya. yoona mengangguk.

“hahaha…kau cemburu ya…” sooyoung tertawa menggoda yoona.

“tentu saja. meskipun kami bukan saudara kandung, tapi taeyeon eonnie sangat baik dan sayang padaku. sejak eommaku dan Kim appa menikah dia selalu ada buatku. dia sangat menyayangiku, begitu juga denganku, aku jadi takut.” suara yoona menjadi serak seperti mau menangis.

“hey, kau ini bicara apa. berlebihan sekali. mungkin karena tiffany sedang sedih, karena baru saja putus dengan oppaku. sebagai teman yang baik tentu saja eonie mu ingin menemaninya.” kata sooyoung menenangkan yoona sambil memegang bahu yoona.

“huh.. tapi tetap saja, mereka baru mengenal tapi eonnie sudah sangat akrab dengannya. ada apa sih sama yeija itu kok eonnie ku kayaknya perhatian bnget deh” cemberut yoona.

“hahaha…kau ini ada ada saja. kita juga baru saling kenal dan langsung bisa bicara sebebas ini. itu hal yang biasa. tenanglah.” yoona hanya mengangguk pelan.

“ah.. mungkin karena tiffany punya eyesmile yang sangat indah, kalau bukan karena sifatnya yang agak blak-blakan
kalau bicara pasti semua orang menyukainya. tunggu sebentar ya, aku akan mengambil snack dulu.” kata sooyoung dan langsung bergegas ke arah dapur.

“wah apa benar ya yang dikatakan sooyung. taeng eonnie tertarik sama yeoja itu karena eyesmile nya.” seketika yoona mengeluarkan sebuah cermin kecil dari tas nya dan mencoba tersenyum seperti tiffany.

“hiihihi.. wah kok gak ada ya eyesmile nya..coba lagi ” yoona bebicara pada dirinya sendiri sambil tersenyum dan menyipit-nyipitkan matanya ke arah cermin.

tanpa yoona sadari dari arah pintu masuk berdiri seorang namja yang sudah memperhatikan nya dari tadi.

“… hiccup.. ah.. tiffany aku tau kau masih mencintaiku ..hehehehe..” namja itu mendekat ke arah yoona.

“ah, hey kau siapa.” yoona yang menyadarinya pun langsung berdiri dan mencoba menjauh.

“eh, kau kan oppa nya sooyoung. kau mabuk ya oppa. sebentar aku pang…” sebelum yoona sempat menyelesaikan kalimatnya namja yang ternyata adalah siwon itu segera menarik tangan yoona dan meraih wajahnya. yoona pun mencob menghindar.

“yah!! apa yang kau lakukan. lepaskan aku!! ” yoona mencoba mendorong siwon yang juga mendorong nya ke arah sofa.

“tiffany, aku masih mencintaimu chagi. ayo kita bersenang-senang ..hahaha…”siwon berusaha menjebak yoona dengan tubuh besarnya.

“aku bukan tiffany. lepaskan aku. AWAS!!” geram yoona dan langsung menhajar siwon.

*BUK!

pukulan yoona tepat mengenai wajah tampan siwon dan namja itupun tersungkur ke lantai.

tak lama sooyungpun muncul dari arah dapur.

“hey, ada apa ini. yoona apa yang ku lakukan hentikan.” sooyoung langsung menarik tangan yoona saat ia hendak memukul siwon lagi.

“ah, sooyoung. maafkan aku, aku tidak sengaja. ini salah oppa mu. datang-datang dia memelukku dan langsung ingin mencium ku. apa-apan dia” yoona merasa bersalah namun sedikit kesal.

“ah, benarkah” sooyoung segera menghampiri siwon yang sedang terbaring pingsan.

“iya, tapi sepertinya di sedang mabuk” yoona pun segera membantu sooyoung mengangkat tubuh siwon ke dalam kamarnya.

setelah beberapa saat.

“yoona aku minta maaf atas perlakuan oppaku. dia hanya sedang mabuk. ” kata sooyoung merasa bersalah.

“ne, tidak apa-apa soo. aku juga tidak apa-apa kok. malah oppa mu yang sekarang jadi terluka. sekarang aku meraa bersalah.” kata yoona sambil tertunduk.

“ah, biarkan saja, dia itu laki-laki. nanti juga sembuh. lagipula siapa suruh dia mabuk.”

“kalau begitu aku permisi dulu ya.” pamit yoona.

“yoona, ini sudah malam. kau menginap saja disini. sekallian kau menemaniku. mau kan.” tawar sooyoung.

yoona terlihat mempertimbangkan sesuatu.

“ayolah.. besok aku jajanin lagi deh.”

“eheehehehe… benarkah baiklah kalau begitu” tanpa pikir panjang yoona langsung mengangguk dan tersenyum senang.

“ah, dasar shikshin ” sooyung tersenyum.

“soo, kau kok tumben baik sama aku di ff ini. padahal aslinya kan enggak.

apa? jadi maksudmu aku aslinya jahat sama kamu? apa buktinya!” sooyoung mulai gemes sama yoona.

“buktinya waktu di hello baby kamu kasih aku makanan kesukaanku cereal tapi kamu kasih jebakan garam satu bungkus. dan akhinyaaku kena, aku jadi trauma makan cereal sekarang. bukan jahat itu namanya.” yoona mulai membuat sooyoung makin gemas.

“hey, kau rusa. bukannya kau yang memulainya. kau ngerjain aku sama tiffany pake kimbap beracun yang ancur rasanya itu kan. hah. mau bilang apa sekarang.”

“loh, itu kan idenya sic unnie, lagipula kami berencana mengerjai fany unni yang lemot itu, tapi kau nya saja yang rakus minta ampun. dasar shikshin” yoona ngeles kayak bajaj.

“yah! berani-beraninya kau sama unniemu. kau juga shinkshin tau.”

“unnie, . bukanny waktu di acara the beatles code kau memanggil ku unnie. kau gak cocok jadi unnie dengan sikapmu yang seperti anak bayi itu.” yoona mulai manas-manasin sooyoung.

“anak bayi? mworago? kan kau yang im choding. kok asal bicara saja sih. ”

“waktu itu kan kau juga yang pura-pura jadi anak bayi di pangkuan nya fany unni. gara-gara kau, taeny jadi pisah ranjang sehari semalam.

“mereka memang tidak seranjang”

“kata siapa, tapi kan kamar taesun dan kanar fany unnie itu berdempetan waktu itu. kau saja yang tidak tau kal taeyeon unnie sering mampir ke kamar fany unnie tiap malam”

“hah benarkah?!”

“sudah sudah, kok malah jadi ngegosip, soo kau mengalihkan pembicaraan ya.”

“hey, kau ini bicara apa sih, aku gak ngerti. kau yang sekarang harus aku pertanyakan. kau kan sudah jadi visual snsd. tapi kenapa kau masih berniat merebut gelar shikshinku. hah?!” sooyoung kembali bicara ngawur karena bingung mau balik menyerang yoona dengan cara apa.

“sudah sudah lebih baik kita tidur lanjutin ff nya kok jadi ngomong beneran sih ” yoona ngeles lagi karena gak tau mau bilang apa.

________________________________________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya di sekolah.

(maaf ya ceritanya tambah aneh aja)

“baiklAh anak-anak , hasil ujian kalian akan segera diumumkan sebentar lagi. ” kata Mr. Lee kepala sekolah SM.

“untuk kategori dance , Kim Hyoyeon, Kwon Yuri, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Choi Sooyoung, Im yoona, Park Jungsu, Choi Minho… bla bla bla…”

” Kelas vocal, Cho Kyuhyun, Kim taeyeon, seo juhyun, hwang miyoung, jung sooyeon, kim jonghyun, bla..bla bla,,, ”

“kelas acting, Im yoona, Kim hyesug, Choi jinri, Choi sooyoung, choi siwon, bla bla bla…”
“bagi kalian yang mendapat 2 pilihan diharapkan segera pilih salah satu yg kalian rasa lebih cocok untuk kalian”

“isi formulir ini dan sertakan tanda tangan orang tua kalian besok. minggu depan asrama akan segera dinuka, baiklah sekian saja permisi, selamat siang. ” kata salah seorang guru setelah membagikan kertas formulir pada para siswa.

“wahh syoo kita pilih yang mana ini. aku suka acting dan menari.” kata yoona

“hmm.. iya, apa ya. aku pilih kelas dance saja ah.” kata syoo.

“hey, yoong!! kau kemana saja semalaman ” kata taeyeon.

Taeyeon POV

setelah aku melihat yoona, aku segera menghampirinya.

” kenapa kau peduli, sepertinya kau sibuk dengan sesorang sampai melupakanku. kau bahkan tak menepati janjimu kemarin” kata yoona sambil setengah cemberut dan melirik agak tajam ke arah yeoja di sebelahku, oya yeoja yang sangat indah. hahahha.. yes thats my tiffany.

“taeyeon.. taeyeon.. kau tidak apa-apa ” tanya tiffany sambil melambaikan tangannya di depan wajahku.

seketika aku tersadar setelah menatap tiffany agak lama dengan senyum gila yang menempel di wajahku. damn it. ini sangat memalukan, kau payah sekali taeyeon.

“ah.. hahaha tidak apa-apa ” aku tertawa sambil memalingkan wajahku ke arah lain untuk menutupi wajahku yang memerah.

“hmm.. benarkah begitu? ” kata tiffany sambil memancarkan eyesmile nya sekali lagi. aku hanya tersem\nyum sekilas sambil mengangguk.

“sepertinya anak yang tadi sedang marah padamu, ngomong-ngomong dia siapa?” tanya tifany lagi kali ini dengan ekspresi agak dingin, apa dia cemburu. ahh tidak tidak tidak mungkin. apa yang kau pikirkan kim taeyeon.

“ah, iya dia itu adik ku. adik tiriku sih makanya nama depannya beda denganku ”

“ah, begitu ”

“iya, biarkan saja, dia memang suka begitu. nanti juga baik sendiri ”

“hmm,, iya semoga saja ya. ngomong-ngomong kya ,, aku senang sekali akhirnya kita bisa lulus di satu kelas yang sama ya. aku berharap kita bisa jadi roommate nanti ya !!” kata tiffany bersemangat.

“iya, aku juga berharap begitu. semoga saja ya ” kata ku sambil tersenyum. aku tidak menyangka akhirnya bisa sedekat ini lagi dengannya.

yuri pov

aku berkeliling2 mencari jessica tapi tidak ada tanda-tanda batang hidungnya kelihatan. huft.. apa dia tertidur lagi ya.

saat aku lelah mencari dan ingin beristirahat sebentar tiba-tiba aku melihat seseorang dengan rambut blonde senang duduk di bawah pohon. itu kan sica, hmm.. pasti dia lagi tidur. saat aku menghampirinya kulihat matanya masih terbuka dan wajahnya terlihat sedih. dia kenapa ya..

“sica!!”

jessica melihat ke atas, lalu membuang muka(muka kok dibuang2 ya) dan berkata “mau apa kau??!”

“aku ingin melihatmu, hey sica kamu menangis ya” setelah aku mendekatinya kulihat pipinya agak basah dan matanya agak bengakk juga lalu aku menangkup wajahnya.

“hey jessica, kenapa? siapa yang telah melukaimu? bilang saja padaku. akan aku balas dia. berani-beraninya dia membuat ice princessku yang sangat cantik ini jadi menangis. aku mencoba menghiburnya dengan sedikit memujinya namun tetap bersungguh-sungguh dengan kata-kataku.

“diam kau, untuk apa kau pura-pura peduli. kau senang kan bisa satu kelas dengan pangeranmu” kata jessica sambil sedikit mendiringku.

aduh kenapa sih, kok dia marah, emang aku salah apa. pangeran? satu kelas? maksudnya?

“maksudmu apa ? siapa? kenapa sih?” tanyaku.

“astaga?? apa jangan-jangan maksudmu itu minho?” setelah aku ingat-ingat ada satu orang namja yang selalu membuat sica kesal kalau dia dekat denganku.

“Ya amppun sica, kau itu kan sudah punya donghae , kenapa masih suka sama minho ” aku tidak menyangka ternyata jessica suka juga sama minho.

“uhh.. dasar pabo” kata jesica sambil menjitak kepalaku dan br\erlari ke dalam kelas.

“appoo… yah sica gak mesti main jitak segala juga kan ” aww kenapa dia malah marah sih, kan aku benar . tidak baik menjadi seorang play girl.

mianh ya baru muncul ceritanya udah lama aku rancang sebenernya tapi karena udah lama juga aku jadi lupa. kali ini aku coba buat update sering2 kok. makasih ya yang udah mau baca n ninggalin jejak. maaf banget untuk cerita yang jelek dan typo. see ya!!