Kiss.. Should it be Love? (Part 4)

Main Cast : Taeyeon, Tiffany, Yoona (bias ku semua ini,,hehe)

Other Cast : Member SNSD dll. (banyak deh pokoknya).

Pairing : Taeny (main) , yulsic, yoonhyun, soona, royal family deh pokoknya.

Genre : Yuri, Straight.

-author pov-

“taeng… apa yang kau lakukan?? ” tanya tiffany kaget karena ciuman tiba-tiba yang dilakukan taeyeon.

“aku menciummu tiffany ” jawab taeyeon santai sambil tersenyum.

“iya aku juga tau kali. tapi kenapa? buat apa?? kok di bibir??” tanya tiffany lagi.

“soalnya kan aku cinta sama kamu. and you love me too, ya kan!! ” jawab taeyeon dengan mantap.

tiffany hanya terdiam, dan diamnya tiffany membuat taeyeon merasa bersalah.

“tiffany.. kenapa kau diam saja. kau tidak senang ya aku cium. maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu marah, aku hanya… aku menyayangimu tiffany. aku tidak suka kalau kau sedih, aku tidak ingin jauh darimu, aku senang kalau kau bahagia. aku bahagia kalau kau tersenyum. aku… aku.. mencintaimu. i love you. ”

“maaf, kumohon jangan marah padaku” kata taeyeon lagi, karena tiffany hanya terdiam dari tadi.

“hahahahaha….” tiba-tiba tiffany tertawa.

“kok ketawa sih, kau gak marah?” tanya taeyeon khawatir.

“tentu saja tidak taeng.. kau lucu sekali sih. aku juga sayang padamu, kau sangat baik padaku, I love you too taeng. ” kata tiffany

kemudian tiffany mendekat ke arah taeyeon dan mencium taeyeon di bibirnya. wajah taeyeon memerah.

tak beda jauh dengan taeyeon, wajah tiffany pun memerah. tiffany pun melepaskan ciumannya.

“nah sekarang satu sama..hahaha” kata tiffany sambil memprlihatkan eye smile nya.

“hahaha… tiffany aku senang sekali, tenyata kau tidak marah. aku takut sekali tadi., terima kasih tiffany.”

“terima kasih buat apa”

“terima kasih karena kau juga cinta padaku ”

“tiffany, kau mau berjanji sesuatu padaku”

“hmm… pa itu??”

“jangan pernah mencium orang lain, yang tidak kau cintai”

“berarti aku hanya boleh mencium mu dong. kan aku cinta nya cuman sama kamu”

“tiffany kamu ngegombal”

“kan kamu lebih sering ngegombal, sekali-sekali aku yang ngegombal kan gak apa-apa”

“tiffany aku cinta kamu”

“aku tau, aku juga kok. pulang yuk”

“ayo, miyoung!! upss…”

“heyy!. taeyeon kau bilang apa barusan!!”

“tiffany sekarang kau marah ya!!”

“kan sudah ku bilang. jangan panggil aku dengan nama itu” kata tiffany sambil cemberut.

“tiffany kamu imut sekai kalau seperti itu” kata taeyeon sambil mencubit pipi tiffany.

“miyoung..miyoung…miyoung..hahaha”

“yah! taeng..kau menggodaku!! awas kau!!” teriak tiffany sambil mengejar taeyeon yang sudah berlari duluan.

“hahaha..miyoung..ayo kejar aku” taeyeon tertawa sambil terus menggoda tiffany.

-flashback end-

“hahaha..sudah lama sekali, akhirnya aku bertemu lagi dengannya ” gumam taeyeon sambil membayangkan kenangan lamanya.

“hmm,,, sepertinya ada yang aku lupakan apa ya.. ” gumam taeyeon lagi saat memasuki pintu kamarnya.

“Ah.. Yoona.. kemana ya anak itu. bukankah aku sudah menyuruhnya pulang sendiri tadi. semoga dia tidak marah. ” taeyeon berjalan keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian.

“mm,,, oppa, apa kau melihat yoona ?” tanya taeyeon pada hyesung yang sedang berniat keluar dari rumah.

“tidak ” jawab hyesung dingin. semenjak mengetahui bahawa hyesung bukanlah anak kandung dari ayah mereka beberapa tahun yang lalu, hyesung menjadi bersikap dingin kepada taeyeon karena ayah mereka juga merubah perlakuannya terhadap mereka. ayah mereka sangat terlihat lebih menyayangi taeyeon dari pada hyesung.

“ah.. kemana ya dia. ” gumam taeyeon.

———————————————————————————————————————————-

@Sooyoung,s House

” ayo masuk, sepertinya oppa ku akan pulang larut.”

“ne, eh, sooyoung orang tuamu mana?”

“orang tuaku sedang mengurus bisnis mereka di luar kota, mereka sangat sibuk. aku tinggal bersama oppa ku disini.
duduklah, sebentar kuambilkan minum”

“ne, terima kasih soo.” yoona tersenyum pada sooyoung dan segera duduk di sofa.

“ini, kulihat wajhmu murung, apa ada hal yang mengganggumu?” tanya sooyoung pada yoona yang juga segera duduk di sofa di samping yoona.

“hmm tidak aku hanya memikirkan eonnie ku. baru kali ini dia mengabaikanku. apa karena yeoja yang tadi itu ya.. ”

“siapa? tiffany maksudmu?” tanya sooyoung sambil menyeruput minuman kalengnya. yoona mengangguk.

“hahaha…kau cemburu ya…” sooyoung tertawa menggoda yoona.

“tentu saja. meskipun kami bukan saudara kandung, tapi taeyeon eonnie sangat baik dan sayang padaku. sejak eommaku dan Kim appa menikah dia selalu ada buatku. dia sangat menyayangiku, begitu juga denganku, aku jadi takut.” suara yoona menjadi serak seperti mau menangis.

“hey, kau ini bicara apa. berlebihan sekali. mungkin karena tiffany sedang sedih, karena baru saja putus dengan oppaku. sebagai teman yang baik tentu saja eonie mu ingin menemaninya.” kata sooyoung menenangkan yoona sambil memegang bahu yoona.

“huh.. tapi tetap saja, mereka baru mengenal tapi eonnie sudah sangat akrab dengannya. ada apa sih sama yeija itu kok eonnie ku kayaknya perhatian bnget deh” cemberut yoona.

“hahaha…kau ini ada ada saja. kita juga baru saling kenal dan langsung bisa bicara sebebas ini. itu hal yang biasa. tenanglah.” yoona hanya mengangguk pelan.

“ah.. mungkin karena tiffany punya eyesmile yang sangat indah, kalau bukan karena sifatnya yang agak blak-blakan
kalau bicara pasti semua orang menyukainya. tunggu sebentar ya, aku akan mengambil snack dulu.” kata sooyoung dan langsung bergegas ke arah dapur.

“wah apa benar ya yang dikatakan sooyung. taeng eonnie tertarik sama yeoja itu karena eyesmile nya.” seketika yoona mengeluarkan sebuah cermin kecil dari tas nya dan mencoba tersenyum seperti tiffany.

“hiihihi.. wah kok gak ada ya eyesmile nya..coba lagi ” yoona bebicara pada dirinya sendiri sambil tersenyum dan menyipit-nyipitkan matanya ke arah cermin.

tanpa yoona sadari dari arah pintu masuk berdiri seorang namja yang sudah memperhatikan nya dari tadi.

“… hiccup.. ah.. tiffany aku tau kau masih mencintaiku ..hehehehe..” namja itu mendekat ke arah yoona.

“ah, hey kau siapa.” yoona yang menyadarinya pun langsung berdiri dan mencoba menjauh.

“eh, kau kan oppa nya sooyoung. kau mabuk ya oppa. sebentar aku pang…” sebelum yoona sempat menyelesaikan kalimatnya namja yang ternyata adalah siwon itu segera menarik tangan yoona dan meraih wajahnya. yoona pun mencob menghindar.

“yah!! apa yang kau lakukan. lepaskan aku!! ” yoona mencoba mendorong siwon yang juga mendorong nya ke arah sofa.

“tiffany, aku masih mencintaimu chagi. ayo kita bersenang-senang ..hahaha…”siwon berusaha menjebak yoona dengan tubuh besarnya.

“aku bukan tiffany. lepaskan aku. AWAS!!” geram yoona dan langsung menhajar siwon.

*BUK!

pukulan yoona tepat mengenai wajah tampan siwon dan namja itupun tersungkur ke lantai.

tak lama sooyungpun muncul dari arah dapur.

“hey, ada apa ini. yoona apa yang ku lakukan hentikan.” sooyoung langsung menarik tangan yoona saat ia hendak memukul siwon lagi.

“ah, sooyoung. maafkan aku, aku tidak sengaja. ini salah oppa mu. datang-datang dia memelukku dan langsung ingin mencium ku. apa-apan dia” yoona merasa bersalah namun sedikit kesal.

“ah, benarkah” sooyoung segera menghampiri siwon yang sedang terbaring pingsan.

“iya, tapi sepertinya di sedang mabuk” yoona pun segera membantu sooyoung mengangkat tubuh siwon ke dalam kamarnya.

setelah beberapa saat.

“yoona aku minta maaf atas perlakuan oppaku. dia hanya sedang mabuk. ” kata sooyoung merasa bersalah.

“ne, tidak apa-apa soo. aku juga tidak apa-apa kok. malah oppa mu yang sekarang jadi terluka. sekarang aku meraa bersalah.” kata yoona sambil tertunduk.

“ah, biarkan saja, dia itu laki-laki. nanti juga sembuh. lagipula siapa suruh dia mabuk.”

“kalau begitu aku permisi dulu ya.” pamit yoona.

“yoona, ini sudah malam. kau menginap saja disini. sekallian kau menemaniku. mau kan.” tawar sooyoung.

yoona terlihat mempertimbangkan sesuatu.

“ayolah.. besok aku jajanin lagi deh.”

“eheehehehe… benarkah baiklah kalau begitu” tanpa pikir panjang yoona langsung mengangguk dan tersenyum senang.

“ah, dasar shikshin ” sooyung tersenyum.

“soo, kau kok tumben baik sama aku di ff ini. padahal aslinya kan enggak.

apa? jadi maksudmu aku aslinya jahat sama kamu? apa buktinya!” sooyoung mulai gemes sama yoona.

“buktinya waktu di hello baby kamu kasih aku makanan kesukaanku cereal tapi kamu kasih jebakan garam satu bungkus. dan akhinyaaku kena, aku jadi trauma makan cereal sekarang. bukan jahat itu namanya.” yoona mulai membuat sooyoung makin gemas.

“hey, kau rusa. bukannya kau yang memulainya. kau ngerjain aku sama tiffany pake kimbap beracun yang ancur rasanya itu kan. hah. mau bilang apa sekarang.”

“loh, itu kan idenya sic unnie, lagipula kami berencana mengerjai fany unni yang lemot itu, tapi kau nya saja yang rakus minta ampun. dasar shikshin” yoona ngeles kayak bajaj.

“yah! berani-beraninya kau sama unniemu. kau juga shinkshin tau.”

“unnie, . bukanny waktu di acara the beatles code kau memanggil ku unnie. kau gak cocok jadi unnie dengan sikapmu yang seperti anak bayi itu.” yoona mulai manas-manasin sooyoung.

“anak bayi? mworago? kan kau yang im choding. kok asal bicara saja sih. ”

“waktu itu kan kau juga yang pura-pura jadi anak bayi di pangkuan nya fany unni. gara-gara kau, taeny jadi pisah ranjang sehari semalam.

“mereka memang tidak seranjang”

“kata siapa, tapi kan kamar taesun dan kanar fany unnie itu berdempetan waktu itu. kau saja yang tidak tau kal taeyeon unnie sering mampir ke kamar fany unnie tiap malam”

“hah benarkah?!”

“sudah sudah, kok malah jadi ngegosip, soo kau mengalihkan pembicaraan ya.”

“hey, kau ini bicara apa sih, aku gak ngerti. kau yang sekarang harus aku pertanyakan. kau kan sudah jadi visual snsd. tapi kenapa kau masih berniat merebut gelar shikshinku. hah?!” sooyoung kembali bicara ngawur karena bingung mau balik menyerang yoona dengan cara apa.

“sudah sudah lebih baik kita tidur lanjutin ff nya kok jadi ngomong beneran sih ” yoona ngeles lagi karena gak tau mau bilang apa.

________________________________________________________________________________________________________________________________________

Keesokan harinya di sekolah.

(maaf ya ceritanya tambah aneh aja)

“baiklAh anak-anak , hasil ujian kalian akan segera diumumkan sebentar lagi. ” kata Mr. Lee kepala sekolah SM.

“untuk kategori dance , Kim Hyoyeon, Kwon Yuri, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Choi Sooyoung, Im yoona, Park Jungsu, Choi Minho… bla bla bla…”

” Kelas vocal, Cho Kyuhyun, Kim taeyeon, seo juhyun, hwang miyoung, jung sooyeon, kim jonghyun, bla..bla bla,,, ”

“kelas acting, Im yoona, Kim hyesug, Choi jinri, Choi sooyoung, choi siwon, bla bla bla…”
“bagi kalian yang mendapat 2 pilihan diharapkan segera pilih salah satu yg kalian rasa lebih cocok untuk kalian”

“isi formulir ini dan sertakan tanda tangan orang tua kalian besok. minggu depan asrama akan segera dinuka, baiklah sekian saja permisi, selamat siang. ” kata salah seorang guru setelah membagikan kertas formulir pada para siswa.

“wahh syoo kita pilih yang mana ini. aku suka acting dan menari.” kata yoona

“hmm.. iya, apa ya. aku pilih kelas dance saja ah.” kata syoo.

“hey, yoong!! kau kemana saja semalaman ” kata taeyeon.

Taeyeon POV

setelah aku melihat yoona, aku segera menghampirinya.

” kenapa kau peduli, sepertinya kau sibuk dengan sesorang sampai melupakanku. kau bahkan tak menepati janjimu kemarin” kata yoona sambil setengah cemberut dan melirik agak tajam ke arah yeoja di sebelahku, oya yeoja yang sangat indah. hahahha.. yes thats my tiffany.

“taeyeon.. taeyeon.. kau tidak apa-apa ” tanya tiffany sambil melambaikan tangannya di depan wajahku.

seketika aku tersadar setelah menatap tiffany agak lama dengan senyum gila yang menempel di wajahku. damn it. ini sangat memalukan, kau payah sekali taeyeon.

“ah.. hahaha tidak apa-apa ” aku tertawa sambil memalingkan wajahku ke arah lain untuk menutupi wajahku yang memerah.

“hmm.. benarkah begitu? ” kata tiffany sambil memancarkan eyesmile nya sekali lagi. aku hanya tersem\nyum sekilas sambil mengangguk.

“sepertinya anak yang tadi sedang marah padamu, ngomong-ngomong dia siapa?” tanya tifany lagi kali ini dengan ekspresi agak dingin, apa dia cemburu. ahh tidak tidak tidak mungkin. apa yang kau pikirkan kim taeyeon.

“ah, iya dia itu adik ku. adik tiriku sih makanya nama depannya beda denganku ”

“ah, begitu ”

“iya, biarkan saja, dia memang suka begitu. nanti juga baik sendiri ”

“hmm,, iya semoga saja ya. ngomong-ngomong kya ,, aku senang sekali akhirnya kita bisa lulus di satu kelas yang sama ya. aku berharap kita bisa jadi roommate nanti ya !!” kata tiffany bersemangat.

“iya, aku juga berharap begitu. semoga saja ya ” kata ku sambil tersenyum. aku tidak menyangka akhirnya bisa sedekat ini lagi dengannya.

yuri pov

aku berkeliling2 mencari jessica tapi tidak ada tanda-tanda batang hidungnya kelihatan. huft.. apa dia tertidur lagi ya.

saat aku lelah mencari dan ingin beristirahat sebentar tiba-tiba aku melihat seseorang dengan rambut blonde senang duduk di bawah pohon. itu kan sica, hmm.. pasti dia lagi tidur. saat aku menghampirinya kulihat matanya masih terbuka dan wajahnya terlihat sedih. dia kenapa ya..

“sica!!”

jessica melihat ke atas, lalu membuang muka(muka kok dibuang2 ya) dan berkata “mau apa kau??!”

“aku ingin melihatmu, hey sica kamu menangis ya” setelah aku mendekatinya kulihat pipinya agak basah dan matanya agak bengakk juga lalu aku menangkup wajahnya.

“hey jessica, kenapa? siapa yang telah melukaimu? bilang saja padaku. akan aku balas dia. berani-beraninya dia membuat ice princessku yang sangat cantik ini jadi menangis. aku mencoba menghiburnya dengan sedikit memujinya namun tetap bersungguh-sungguh dengan kata-kataku.

“diam kau, untuk apa kau pura-pura peduli. kau senang kan bisa satu kelas dengan pangeranmu” kata jessica sambil sedikit mendiringku.

aduh kenapa sih, kok dia marah, emang aku salah apa. pangeran? satu kelas? maksudnya?

“maksudmu apa ? siapa? kenapa sih?” tanyaku.

“astaga?? apa jangan-jangan maksudmu itu minho?” setelah aku ingat-ingat ada satu orang namja yang selalu membuat sica kesal kalau dia dekat denganku.

“Ya amppun sica, kau itu kan sudah punya donghae , kenapa masih suka sama minho ” aku tidak menyangka ternyata jessica suka juga sama minho.

“uhh.. dasar pabo” kata jesica sambil menjitak kepalaku dan br\erlari ke dalam kelas.

“appoo… yah sica gak mesti main jitak segala juga kan ” aww kenapa dia malah marah sih, kan aku benar . tidak baik menjadi seorang play girl.

mianh ya baru muncul ceritanya udah lama aku rancang sebenernya tapi karena udah lama juga aku jadi lupa. kali ini aku coba buat update sering2 kok. makasih ya yang udah mau baca n ninggalin jejak. maaf banget untuk cerita yang jelek dan typo. see ya!!

Advertisements

Kiss.. Should it be Love? (Part 3)

Main Cast : Taeyeon, Tiffany

Other Cast : Member SNSD dll. (banyak deh pokoknya).

Pairing : Taeny

Genre : Yuri, Stright.

(mianh agak ooc, soalnya ini aku ngarang total)

@class

AUTHOR POV

yuri terlihat sibuk bermain hp, sementara sica yang duduk tepat di sebelahnya masih berusaha mengikuti pelajaran yang diberikan Mr. Jung (karena mr.park sama mr. kim uda sering, jd author pake mr. jung) sambil sesekali menguap. Karena duduk di belakang jadi yuri tidak mudah ketahuan saat sedang smsan.

“smsan dengan siapa sih?” sica mengambil posisi untuk tidur dengan menaruh kepalanya di atas meja, namun tidak jadi krena melihat yuri serius sekali smsan.

“siapa sih??” karena yuri tidak menjawab dan sica penasaran, akhirnya sica bangun dan mendekatkan kepalanya ke arah yuri.

“ah bukan siapa-siapa kok. cuman Minho.” jawab yuri.

“ngapain dia sms?” tanya yuri seprti orang kesal.

“dia menawarkanku untuk pulang bersama” jawab yuri.

“lalu ??” tanya sica.

“lalu? lalu ya aku mau. katanya sekalian ada yang ingin dia bicarakan ” terang yuri.

sica menganggukan kepalanya mengerti sambil melihat ke arah Minho yang duduk di meja barisan sebelahnya.

“kau tidak apa-apa kan kalau kita tidak bisa pulang bersama lagi hari ini. maaf ya, ” kali ini yuri memasukkan hp nya ke dalam saku dan melihat ke arah sica.

“ah tentu saja, lagipula aku bisa pulang dengan Donghae oppa kok ” Jessica tersenyum kearah yuri.

Donghae menyatakan cinta pada sica seminggu yang lalu, sebenarnya sica masih menggantung jawabannya. tapi satu sekolah membuat gosip kalau mereka sudah pacaran. Sica sendiri tidak pernah membicarakan hal ini di depan teman-temannya termasuk yuri. Yuri tidak pernah bertanya langsung karena dia yakin kalau sica dan donghae sudah pacaran.

“terimakasih kim taeyeon-shi…hiks..hiks..”

“hahaha..kau ini formal sekali..panggil saja aku taeyeon atau kau boleh panggil aku taenggo”

tiba-tiba tiffany diam dan berhenti menangis.

-flashback-

“wah..aku ada dimana ya, seharusnya aku dengar kata oppa untuk tidak main terlalu jauh..uh..bagaimana ini…” seorang yeoja tampak sedang kebingungan.

tak jauh dari tempat yeoja itu berdiri terlihat seorang yeoja kecil yang sedang menangis.

“hiks…hiks…hiks..”

“eh..kenapa dia menangis ya…” karena penasaran yeoja tadipun menghampiri yeoja kecil tadi.

“hey..kau kenapa menangis..”

“hiks..hiks…huwa….”

“eh..kenapa tangisannya makin keras” yeoja tadipun kebingungan. ia melihat ke sekeliling tidak ada orang dan haripun makin gelap. akhirnya ia memutuskan untuk menyentuh yeoja tadi dan membujuknya agar diam.

“eh..sudah..sudah jangan nangis lagi..kau kenapa sih” yeoja itu mengusap bahu yeoja yang menangis tadi.

“hiks..hiks.. aku tersesat hiks..hiks..” yeoja itu masih menangis.

ya ampun dia tersesat, kasihan sekali. padahal aku juga tersesat. tapi sepertinya dia lebih penakut, batin taeyeon.

“sudah jangan menangis lagi, aku akan mengantarmu pulang, kenalkan aku taenggo. sepertinya kau orang korea juga ya. siapa namamu ?” taeyeon tersenyum sambil menghapus air mata anak tadi.

“hiks..hiks..aku tiffany hwang mi young. hiks.. ne,, tentu saja aku orang korea buktinya aku bicara bahasa korea. hiks..benar kau akan mengantarku pulang” tiffany mulai menghentikan tangisannya.

ah..bagaimana ini aku saja tidak tau jalan pulang. tapi daripada dia menangis lagi, batin taeyeon lagi.

“ah..tentu saja aku akan mengantarmu.” jawab taeyeon sambil tersenyum lagi.

“jinjja.. kamsahamnida taenggo-shi” tiffany tersenyum sambil memperlihatkan eyesmile nya.

“wahh lihat kalau kau tersenyum, kau sangat cantik. nah kajja!! aku akan mengantarmu.” taeyeon menggenggam tangan tiffany dan mengajaknya berdiri.

akhirnya mereka berkeliling di daerah Los Angeles itu.

aii… bagaimana ini aku juga tidak tahu daerah sini.

“mm..sebelum aku mengantarmu..kita beli eskrim dulu ya, lihat tadi pagi appa ku memberikan uang dollar. kau mau kan…” tawar taeyeon.

“ice cream? ne..aku mau..” tiffany tersenyum.

“ahjussi..mm..maksudku Mr. givy mhe thu as krim..” kata taeyeon dalam bahasa inggris versi taeyeon.

“pardon…” kata seorang tukang eskrim bule.

“two ice cream please” tiffany akhirnya angkat bicara.

“ah..bahasa inggrismu lancar, aku jadi malu ” kata taeyeon dengan waah merah.

“hahaha..kau lucu” tiffany memperlihatkan eyesmile.

“this is it” kata penjual eskrim bule itu.

“thank you..” tiffany tersenyum

tiffany memberikan eskrimnya pada taeyeon setelah taeyeon membayar es krim tesebut. mereka pun bergandengan tangan.

mereka pun lalu berjalan menghampiri sebuah bangku di taman yang dari tadi mereka kelilingi.

“kita duduk di situ ya,” ajak taeyeon

“ne” tiffany mengangguk.

“oia, aku baru pindah ke sini kemarin sore” kata taeyeon.

“aku lahir di sini..” jawab tiffany.

tiba – tiba sepasang suami istri datang memanggil-manggil nama tiffany dan menghampiri mereka.

“tiffany…tiffany…ya ampun nak, kau kemana saja. dari tadi mama mencarimu.” kata mommy nya tiffany.

“ah, mom, dad…” tiffany berlari ke dalam pelukan mereka.

“kau tidak apa-apa nak? ” kata daddy nya tiffany.

“..Im fine, tadi taenggo menemaniku” jwab tiffany sambil menoleh ke arah taeyeon.

taeyeon hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“wah..terimakasih banyak ya taenggo.., kau sendirian?” tanya papa tiffany.

belum sempat taeyeon menjawab tiba-tiba terdengar suara.
“ya! kim tae yeon!! kemana saja kau, dari tadi semua orang mencarimu. aku sudah bilang jangan jauh-jauh. ” seorang namja yang seumuran dengan taeyeon muncul.

“ah…hyesung oppa, akhirnya kau muncul juga. ” jawab taeyeon.

“tiffany, sampai jumpa lagi ya. paman, bibi.. aku permisi ya..anyyeong..” pamit taeyeon sambil membungkukkan badannya.

taeyeon pun bergegas menghampiri namja yang bernama hyesung itu.

“taeng..tunggu!!” panggil tiffany, taeyeon pun menoleh.

“terima kasih es krim nya..” tiffany tersenyum. taeyeon ikut tersenyum dan mengangguk.

-flashback end-

“kau tidak apa-apa miyoung-ah?” tanya taeyeon reflek karena tiffany tiba-tiba terdiam.

“ah..darimana kau tahu namaku?” tanya tiffany karena heran soalnya taeyeon baru bertemu dengannya tadi pagi.

“ah..itu..aku bertanya pada jessica” jawab taeyeon.

seprtinya dia memang tidak ingat batin tiffany.

mana mungkin aku melupakan eyesmile terindah itu batin taeyeon.

mereka kembali terdiam dengan pikiran masing-masing dalam pelukan itu.

“hey, tiffany sedang apa kau disini..? kau tiffany kan?” seorang namja yang datang tiba – tiba.

taeyeon dan tiffany melepaskan pelukan mereka dan menoleh ke arah namja itu.

“hyesung oppa?!” kata taeyeon.

hyesung mengerutkan dahinya.
“sedang apa kau disini,? kenapa kalian bisa bersama?”

“tiffany kau menangis, hey apa yang kau lakukan padanya sampai dia menangis?” tanya hyesung pda taeyeon.

“kau ini bodoh sekali, selalu membuat kekacauan” bentak hyesung.

taeyeon menunduk geram tapi tidak berkata apa-apa.

“kalian saling mengenal? ah sebenarnya taeyeon ini yang menolongku. dia juga murid baru di kelasku.” terang tiffany.

“ah, benarkah begitu, maaf aku sudah asal bicara.” jawab hyesung.

“mm,, tiffany dia itu oppa ku” akhirnya taeyeon bersuara.

“oh, kalian bersaudara ya, pantas saja sama-sama murid baru. hehe” kata tiffany sambil nyengir.

melihat tiffany sudah tidak sedih senyum pun terpancar dari wajah teyeon.

“kenapa kalian masih disini, seprtinya sekarang sudah waktunya pulang. tiffany, kau mau pulang denganku?” tawar hyesung.

“ah.. gwenchana oppa, justru aku ingin meminta izin padamu. bolehkah aku taeyeon mengantarkanku pulang?” tanya tiffany.

“ah…aku?” kaget taeyeon.

“kenapa tidak denganku saja, ” kata hyesung.

“aku ingin mengajaknya maan siang sebagai ucapan terima kasih” kata tiffany.

“itu terserah padanya dia bukan urusanku” jawab hyesung dan langsung berlalu pergi.

“ah kenapa dia” gumam tiffany.

“taeyeon kau mau kan?”tanya tiffany.

taeyeon tampak berpikir, lalu ia mengangguk sambil tersenyum.

“tentu saja” jawab taeyeon.

tiba-tiba ponsel yoona berbunyi.

“ah ada sms masuk”.

[ yoona hari ini kau pulang sendiri saja ya, aku ada urusan -taeyeon eonnie- ]

“yah..apa-apaan ini , dia bilang ingin mengajakku jalan-jalan setelah pulang sekolah. ah malas sekali kalau dirumah hanya ada hyesung oppa yang galak itu. ah..aku jadi tidak bersemangat ” gumam yoona.

“hey, yoona hari ini hari pertamamu di sini, kau pulang dengan siapa?”
tanya sooyoung tiba-tiba mengagetkan yoona.

“hmm.. entahlah sendiri mungkin. ” jawab yoona sambil cemberut.

“hey, kau kenapa! pulang denganku saja yuk!! hari ini seohyun tidak datang jadi aku pulang sendiri.. kau mau kan ?” tanya sooyoung lagi sambil berjalan menuju pintu gerbang.

“hey sooyoung!!!” seorang yeoja yang membawa sebuah bingkisan memanggil sooyoung dan segera menghampiri sooyoung dan yoona.

“hm.. ne, ada apa?!” jawab sooyoung seraya menoleh ke arah yeoja itu.

” ini tolong berikan pada siwon oppa ya, kudengar dia baru putus dari tiffany ” terang yeoja tersebut sambil menyodorkan sebuah kotak berbungkus kertas kado kepada sooyoung.

“mwo?! jjinja?! darimana kau tahu??! bagaimana bisa??”
kaget sooyoung mendengar hal itu.

“entahlah, yeoja-yeoja satu sekolahan bilang begitu, dan mana aku tahu penyebabnya apa.” terag yeoja itu.

“dan tolong berikan langsung ya, jangan kau buka, isinya bukan makanan” sambung yeoja tadi.

“hmm…kau pikir aku serakus itu. dasar!! ini berikan saja sendiri.”
sooyoung mengembalikan kotak itu.

“oppa mu ulang tahun ya sooyoung” tanya yoona.

yeoja itu terlihat kesal dan ingin berkata sesuatu namun tiba-tiba dari kejauhan terlihat beberap yeoja memanggil nama sooyoung dan segera mendekat.

“perasaanku gak enak. aisshh..kenapa mereka banyak sekali. yoona ayo!!” sooyoung menarik tangan yoona dan langsung mengajaknya berlari ke luar gerbang.

“hey tunggu..!!Tunggu!! choi sooyoung! ” teriak beberapa yeoja itu.

mereka berlari sampai akhirnya berhenti disuat tempat.

“aduh…. kenapa sih kita harus lari – lari sepeti ini ” tanya yoona sambil ngos-ngosan.

“ahh.. mianhe, aku hanya tidak inginmeladeni yeoja – yeoja yang tergila – gila pada oppaku. mereka benar – benar membuatku gila” terang sooyoung sambil bersandar di dinding.

“ahahahahaha….. itu sangat menyebalkan ya!! aku tahu hal itu..haha..” kata yooona sambil tertawa keras.

” mwo?! maksudmu? kenapa kau tertawa? ” tanya sooyoung sambil menyilangkan kedua tangannya.

“ahh ..setelah berlari-lari aku jadi lapar. coba lihat restaurant itu, ayo ke sana aku akan mentraktirmu minum sebagai hadiah persahabatan baru kita”

“jjinjja?!! yoong… kita baru kenal, dan kau baik sekali.. ahh aku senang sekali…aku senang sekali!!” girang sooyoung hingga memeluk yoona dengan erat.

“yah.. lepasan. apa yang kau lakukan, aku tidak bisa bernapas!”

“yah!! karena kau sudah membuatku kelelahan, sebagai gantinya kau harus mentraktirku makan.” kata yoona sambil berusaha melepaskan pelukan sooyoung.

“aishh… itu sama saja enak di kamu, berat di aku.” raut kecewa tergambar di wajah sooyoung.

“sudah jangan buang waktu!! kajja perutku sudah misscall”

____________________________________________________________________________________________________________________________

“sica, hati ini kau pulang denganku kan? bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu, kau mau kan??” tanya donghae antusias.

ternyata benar hari ini yuri pulang dengan minho, apa yang ingin mereka bicarakan ya batin sica.

“sica-ah sica, sica, kau melamun, ?” tanya donghae sambil melambaikan tangannya di depan wajah sica.

“ah, mianhe oppa, aku sedikit mengantuk. ” jawab sica setelah sadar dari lamunannya.

“hahaha, kau mengantuk ya, jadi bagaimana? apa kau ingin pulang saja? ” tanya donghae.

“nee,?” kata sica bingung.

“apa kau ingin pulang saja atau ikut jalan-jalan denganku? ” tanya donghae lagi sambil berkata dalam hati wah lemot sekali gadis ini – -”

“ah , bagaimana ya,.. oppa, aku ingin pulang sendiri saja boleh kan,,?” tanya sica.

“loh kenapa tidak denganku saja, kau tidak mau pulang denganku? tanya donghae.

“bu bukan begitu, sepertinya hari ini aku di jemput”

tiba-tiba ponsel dnghae berdering.

donghae mengambil ponselnya dan segera menjawab sebuah panggilan dan bergerak sedikit membelakangi sica,

“yebeosseyo,,,ne?? ah,, ne,..oke, aku akan segera kesana,,”

donghae menutup ponselnya dan menghampiri sica,

“sica, baru saja eomma ku menelepon dan menyuruhku untuk segera pulang, kau tidak apa-apa kan aku pergi duluan,, ”

“ah, tidak apa-apa oppa, lagipula aku juga menunggu jemputan, kau pergi saja” jawab sica sambil tersenyum.

“kalau begitu aku pergi dulu ya” kata donghae sambil mendekat ada sica dan ingin mencium keningnya.

“ah, mianhe oppa, kita belum resmi ” jawab sica pelan dan sedikit memundurkan badannya.

“ah, maaf kan aku, aku lupa, aku tidak sengaja” kata donghae dengan wajah yang sangat merah karena malu ditolak.

“ne, gwenchana,, oppa hati-hati ya..” senyum jessica.

____________________________________________________________________________________________________________________________

“hey dari mana saja kau tadi?? seharian tidak masuk kelas. untung saja hari ini Mr. Jung yang mengajar.” teriak hyoyeon pada fany yang baru saja muncul di depan kelas bersama taeyeon.

“hmm.. aku tidak kemana-mana, hyo, hari ini aku pulang dengan taeyeon ya. kau bisa sendiri kan,” tanya tiffany.

“hmm,, ne, tidak apa-apa. kalau begitu aku pulang dulu ya. itu di dalam hanya tinggal tas kalian berdua” lata hyoyeon yang segera berlalu meninggalkan kelas.

“terima kasih sudah menjaganya, ayo taeyeon ” kata tiffany.

“ne,,” jawab taeyeon.

______________________________________________________________________________________________________________________________________

“ah akhirnya, kenyang juga…” seru sooyoung saat menghabiskan mangkuk nasi kedelapannya.

“Ya Tuhan soo,, perut mu terbuat dari apa sih, lihat berapa banyak yang kau habiskan,” kata yoona sambil geleng-geleng.

“Yahh!! kau pikir kau siapa? lihat itu kau tidak lebih baik, 6 mangkuk nasi, 2 porsi ramen,2 mangkuk sup ayam,, kau tidak menyadarinya hah?! lagi pula siapa yang membayarnya disini??” teriak sooyoung hilang sabar.

“ehehe… iya..iya maafkan aku. aku kan hanya bercanda. kan tadi aku bilang kau yang membayarnya. jangan marah-marah nanti cepat tua. hehehe..” jawab yoona cengengesan.

“ya!! kau, masih saja cengengesan” kata soyoung sambil mengangkat tangannya ingin menjitak yoona.

“ayo cepat bayar dan segera pulang.”yoona menghindar sambil mengeluarkan aegyo.

____________________________________________________________________________________________________________________________________

ternyata hari ini sica tidak dijemput, dia hanya malas pulang dengan donghae.akhirnya dia berjalan kaki.

“kenapa aku jadi merindukan yul ya, kami sangat dekat biasanya. sekarang seperti nya kami banyak berubah. sejak kapan ya.” gumam sica.

“ah, bukankah itu yuri dan minho, oh ia mereka ingin membicarakan sesuatu. kira-kira tenang apa ya…” gumam sica lagi ketika ia melewati sebuah taman di sekitar sekolah. sica melihat minho dan yuri tertawa riang.

sica menyelinap di balik semak-semak ingin menguping tapi tetap tidak terdengar jelas bukan karena sica budeg tapi karena memang jarak mereka yang agak jauh.

“duh..mereka bilang apa sih..”

terlihat minho mengeluarkan sesuatu benda yang tebungkus rapi dan memberikannya pada yuri.
apa sih itu apa ya isinya, batin sica.

sesaat kemudian terihat minho memeluk yuri sambil berteriak. “jinjja ?? gomawo yuri-ah..kau baik sekali.”

namun dibalik semak-semak itu sudah tidak ada lagi sosok sica. sica shock saat melihat mereka berpelukan, karena takut melihat aksi selanjutnya, sica memilih berlari dari situ dan segera pulang ke rumahnya.

kenapa ya, kenapa ? kenapa hatiku terasa sakit, padahal kan ada donghae yang mencintaiku, walaupun aku belum menerimanya, tapi bukan kah aku menyukainya, kenapa ya batin sica sambil berlari dan terlihat air mata mengalir dari mata cantiknya.

____________________________________________________________________________________________________________________________

“soo, hari ini aku main kerumahmu saja boleh tidak?” kata yoona saat mereka keluar dari restaurant.

“kenapa? kau belum puas mengempeskan dompetku? di rumahku tidak tersedia banyak makanan seperti pikiranmu” jawab sooyoung meledek,

“aishh aku itu sudah cukup kenyang, aku hanya malas berada di rumah, karena aku yakin taeyeon eonnie pun belum pulang, boleh tidak, kalau tidak ya sudah tidak apa-apa” jawab yoona sambil cemberut dan berjalan labih cepat.

“ya! aku hanya bercanda , tentu saja boleh. ayo!!” ajak sooyoung sambil menarik tangan yoona.

___________________________________________________________________________________________________________________________________

hari sudah semakin gelap, di tempat lain duduk dua orang yeoja sambil memegan minuman kalengnya.

“hmm,,tae, yang tadi itu oppamu ya?” tanya fany sambil melihat ke arah taeyeon.

“ah, iya, kenapa? kau menyukainya ya?” kata taeyeon sambil tersenyum.

“hah?! apa maksudmu? tentu saja tidak. aku baru mengenalnya,” jawab tiffany cepat sambil menggelengkan kepalanya.

“hahaha…jadi kenapa kau terus menanyakannya?” kata taeyeon.

“aku baru menanyakannya sekali, lagipula aku hanya penasaran kenapa dia seperti tidak menyukaimu. aku hanya khawatir”
kata tiffany.

“hah? kenapa kau khawatir? kau mengkhawatirkan ku? kau menyukai ku ya? hahaha” taeyeon cengengesan sambil tertawa.

“tauk ah…” kata tiffany sambil membuang muka.

(ceritanya gak nyanbung banget ya….)

“hey, kenapa kau marah aku hanya bercanda. jadi kenapa kau tadi itu menangis?” kata taeyeon tiba-tiba menanyakan hal yang terjadi di sekolah tadi.

tiffany menoleh pada taeyeon namun tetap tidak mengeluarkan kata-kata, matanya seperti berair mengingat kejadian tadi.

“hey…kau kenapa, maaf kalau kau tidak ingin membicarakannya, aku tidak bermaksud … ” kata taeyeon merasa bersalah dan segera duduk mendekat ke arah tiffany dan mengusap bahunya.

tiffany menyandarkan kepalanya di bahu taeyeon dan mengambil nafas panjang sebelum akhirnya bicara.

“entahlah, aku tidak tahu kenapa mereka sangat membenciku. sejak awal aku datang ke korea, mereka semua begitu membenciku. mereka bilang aku sangat kasar dan tidak punya sopan santun. apakah aku terlihat seperti itu tae? tanya tiffany.

“hah, benarkah? seharusnya mereka tidak asal menilai orang. menurutku kau sangat baik. aku tau itu kau adalah gadis yang baik. aku bisa melihatnya dari senyum di matamu.” taeyeon tersenyum.

“benarkah? kenapa kau bisa bilang seperti itu?” jawab tiffany yang kini menoleh ke arah taeyeon.

“tentu saja aku tahu, meskipun kita baru kenal. aku yakin itu. ”

terlihat sedikit raut kecewa di wajah tiffany saat mendengar kata-kata taeyeon yang sepertinya memang sudah melupakan tiffany.

“benarkah mereka seperti itu? tenang saja. kau lihat mulai saat ini kau tidak sendiri karena aku akan selalu ada di sampingmu. aku akan selalu ada untukmu.” taeyeon tersenyum melihat tiffany.

“kenapa kau melakukannya ” tiffany pun tak kuasa membalas senyum taeyeon.

“karena aku rasa.. kau sahabatku. lihat kita adalah teman sebangku, tidak ada salahnya kalau kita bersahabat. kau mau kan jadi sahabatku” taeyeon tersenyum seraya mengangkat kelingkingnya untuk membuat pinky promise.

saat mendengar kata sahabat tiffany sebenarnya agak kecewa, namun dia tidak punya pilihan lain selain membalas senyuman taeyeon dan mengaitkan kelingkingnya.

“gomawo taeyeon-ah” tiffany kembali memperlihatkan eyesmile nya sambil mengangguk.

“hahahahaha” taeyeon tertawa dan langsung mengecup pipi kanan tiffany.

wajah tiffany langsung memerah.

“apa itu tadi” taya tiffany.

“kau tidak tau? itu namanya ciuman. mau lagi? hahaha” taeyeon tertawa ahjumma/

“aku juga sudah tau. tapi untuk apa??” jawab tiffany kesal.

“ya ampun, memangnya tidak boleh ya, aku mencium sahabatku sendiri. ” jawab taeyeon santai tanpa beban.

benar juga sih, batin tiffany.

“ini sudah larut. lebih baik kita pulang,,kajja” ajak taeyeon.

@tiffany’s Home

Tiffany pov

“taeyeon terima kasih ntuk hari ini, ” aku tersenyum pada taeyeon saat tiba di dpan rumahku.

“ne, sama-sama ” jawab taeyen sambil tiba-tiba dia mendekatkan kepalanya padaku, ya lagi-lagi dia mencium pipiku, dan aku diam saja.

“haha, maaf maaf… habisnya kau imut sekali” katanya santai setelah melepaskan ciumannya kali ini di pipi kiriku.

aku masih kaget dengan perlakuannya yang tiba-tiba dan hanya bisa berdiri seperti patung.

“hey kau kenapa? masuklah disini sangat dingin. aku pulang dulu ya.. ” kata taeyeon sambil berlalu pergi.

sepertinya aku masih bingung dengan sikapnya yang aneh.

“eonnie, eonnie, kenapa kau masih di luar. masuklah. sangat dingin di luar sana” terdengar suara seohyun yang menyadarkanku tiba-tiba.

“eonnie kau tidak apa-apa kan??” tanya seo lagi.

“ah, aku tidak apa-apa.. hei kau sudah sembuh. ayo segera masuk disini sangat dingin” aku pun segera masuk diikuti
seohyun.

seohyun adalah adik sepupuku. orang tuanya juga sangat sibuk sama seperti daddy ku. aku memutuskan untuk tinggal bersama seohyun sejak ibuku meninggal beberapa tahun yang lalu. setidaknya aku bisa melupakan semua kenanganku di sana dan menjaga seohyun yang hanya sendirian di sini. awalnya saudara-saudaraku leo michelle tidak mengijinkanku. namun akhirnya mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena aku sangat keras semenjak ibuku meninggal.

“seo kau sudah sembuh??” tanyaku pada seohyun sambil melepaskan pakaianku.

“ne, eonnie, aku sudah tidak apa-apa. aku harus segera sekolah besok.” jawabnya.

“benarkah?? tidak usah dipaksakan kalau kau masih perlu istirahat”

“anniyaa.. aku sudah tidak apa-apa eonnie. lagipula pembagian jurusan skill akan segera dibagikan, tidak akan baik jika aku sering tidak masuk. aku akan sulit untuk mendapat kelas vocal. ” jawab seohyun serius.

ya, kami bersekolah di sekolah seni yang akan mempersiapkan muridnya untuk debut suatu hatri nanti. ini memang tidak mudah, banyak siswa yang tersingkir di ahun pertama. beruntung aku masih bertahan sampai tahun kedua.

“baiklah kalau begitu, seo kalau kau ada masalah ceritakan saja padaku. aku ini eonnie mu. aku akan selalu membantumu”
aku merasa ada yang mengganggu pikirannya akhir – akhir ini, entahlah aku sangat mengkhawatirkannya, karena bagaimanapun dia adalah satu-satunya keluarga dekatku di korea.

“ne, gomawo eonnie, kalau begitu aku tidur dulu ya, kau juga istirahatlah.. sepertinya kau kelelahan hari ini” kata seohyun sambil berlalu keluar melewati pintu kamarku yang berwarna pink setelah aku memberi sinyal oke padanya.

setelah membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi, mengganti bajuku dengan piyama bergambar teteoro dan berbaring di ranjangku. tiba- tiba aku kembali memikirkan kejadian tadi.
kenapa dia tiba-tiba menciumku. selalu saja seperti itu seenaknya. dan kali ini dia bilang itu ciuman antara sahabat.
huft… ternyata itu dia, aku benar- benar bertemu lagi dengannya. di korea, aku sangat senang saat mengetahuinyawalaupun sepertinya dia sudah melupakanku, entahlah apa aku harus mengingatkannya atau tidak. bisa berada dekat dengannya lagi saja sudah cukup bagiku sebenarnya. sebaiknya aku segera tidur, agar malam ini berlalu cepat dan aku bisa bertemu dengannya lagi.

@flashback

taeyeon pov

“apakah aku harus bersekolah di sini, apakah aku akan ada teman, mereka tidak terlihat baik, aku lebih suka di korea.”

“taenggo!!” sepertinya ada yang memanggilku, siapa yang mengenalku di sekolah baru ini. aku menoleh dan melihat seorang yeoja yang sepertinya tidak asing, dia memperlihatkan eyesmile nya.

“ahh tiffany…. ” ternyata dia gadis yang kemarin, aku segera berlari ke arahnya.

“hey, kau sekolah disini juga taeng??”

“ne, aku sekolah disini. kau juga sekolah di sini ya?? wah syukurlah setidaknya aku ada teman dan aku unya guide karena aku tidak lancar bahasa inggis.. hahahaha” aku mengeluarkan tawa ahjumma.

“hahaha.. aku juga sangat senang taeng.. ayo kita ke kelas, kau kelas berapa? ”

“aku kelas 4A” jawabku singkat.

“wahh sepertinya kita sekelas, ”

“benarkah, asikk,, aku rasa ini pasti menyenangkan”

syukurlah ada tiffany di sini, aku sangat senang, perlahan lahan aku sudah mahir berbahasa inggris, walaupun pronouncation ku sangat buruk karena lidah ku yang sangat korea(author ngarang pisan euy).

sebulan sudah aku sekolah disini dan mengenal tiffany.

suatu hari aku melihat tiffany berdiri di pojok belakang sekolah, wajahnya terlihat ketakutan, aku segera mendatanginya, ku lihat 3 orang sisawa laki-laki yang sepertinya bernama joe, richard, dan evan sedang mengganggu tiffany. mereka mengejek nama korea tiffany. aku sangat kesal melihat tiffany menangis, akhira aku menantang mereka.

“hey, kalian beraninya jangan sama anak perempuan”

“hah, apa yang kau katakan??” salah satu dari mereka terlihat mengejek bahasa inggrisku yang buruk

“hey, kau pikir kau ini laki-laki apa? kau juga sama saja dengannya anak perempuan yang lemah. hahahaha” salah satu dari mereka ikut bersuara, ah benar juga ya, aku kan juga anak perempuan.

“terserah apa kata kalian, pokoknya aku tidak suka kalian mengganggu tiffany, dia itu..”

“dia itu apa?? dia itu pacarmu? kalian dekat sekali, kalian pacaran ya… hahaha dasar orang asia, aneh- aneh saja seleranya..”

“heii apa maksudmu ? jangan mengejek negara asalku, dan kau bilang selera yang jelek , tiffany itu sangat cantik ” entahlah tiba-tiba aku berkata sperti itu, ya aku hanya mencoba jujur.

“taeng, sudah jangan lawan mereka, ayo kita pergi” aku mendengar suara tiffany.

“hahaha,,lihat kau memang menyukainya ya…”

“memangnya kalau iya kenapa?? ” aku juga bingung kenapa aku berkata seperti ini, aku hanya tidak mudah untuk tidak berkata jujur.

“taeng,,,” tiffany memanggilku sekali lagi.

“hey, kau, pendek . . kau benar- benar menyukainya ya,, cium dia!!

“ya,, cium dia aaku ingin melihatnya, cepat lakukan”

“untuk apa aku melakukannya??” aku pun bingung, ya untuk apa aku melakukannya.

“kau bilang kau menyukainya… sudah lakukan saja, dan kai berk\janji tidak akan menggannggunya lagi.”

“benarkah? naiklah kalau begitu” aku pun langsung mencium pipi tiffany.
tiffany langsung kaget, dan wajahnya memerah.
“wahh kenapa hanya pipinya,,bibirnya dong!!”

“hei, apa-apaan kalian. taeyeon ayo kita pergi dari sini” tiffany segera menarik tanganku.

kulihat wajah tiffany masih merah, “fany, maaf ya, tadi aku hanya ingin agar mereka berhenti mengganggu mu. kau tidak marah padaku kan”

“hahaha, tentu saja aku tidak marah, iya aku mengerti, kau baik sekali padaku tae, i love you.” kali ini tiffany yang mencium pipi ku dan langsung berlari ke arah rumahnya.

wahh kenapa rasanya aku senang sekali ya, aku memegang pipiku yang barusan dicium fany dan langsung meletakkan tanganku di hidungku, aku menciumnya wahh wangi,,hahaha,, aku tidak berhenti tersenyum saat memasuki pintu rumahku.

sepi, sepertinya hyesung oppa belum pulang, tapi sepertinya aku mendengar suara dari arah belakang, aku melihat apa itu, appa menempelkan bibirnya pada bibir eommaku. aku kaget dan menyenggol guci di sebelah ku, beruntung aku segera memegangna dan itu tidak jatuh. tapi suara berisik yang dtimbulkan cukup membuat mereka berhenti. spertinya mereka malu kenapa ya.

“ah, mianhe appa eomma, aku mengagetkan kalian”

“ah, taeyeon kau sudah pulang, cucilah tanganmu setelah itu kemari dan langsung makan kau pasti lapar” kata eoma ku segera kembali ke dapur.

setelah mencuci tangan dan makan siang aku melihat appa ku sedang duduk sendirian di depan meja kerjanya.

“appa, nolehkah aku bertanya padamu? ”

“tentu saja, ada apa nak?” kata appa sambil terus menatap laptop nya.

“appa, kenapa tadi kau mencium eomma di bibirnya??”

“hah, ah itu, hahhaaha,,itu karena kami saling mencintai,” jawab appa ku yang sepertinya kaget, kenapa dia kaget ya dengan pertanyaanku.

“ahh begitu ya, apakah aku boleh melakukannya??”

“hahaha, kau ini ,,tentu saja boleh, tapi ada syaratnya”

“hmm,, syarat? apa itu appa?”

“kita hanya boleh melakukan itu kepada orang yang kau cintai dan juga orang yang mencintaimu” jawab appa sambil mengelus kepalaku.

“ah, begitu ya appa” tiba tiba aku memikirkan sesuatu dan tersenyum,

“terima kasih appa atas penjelasamu, kembalilah bekerja” aku pun segera meninggalkan ruangan appa sambil terus tersenyum sendiri.

besoknya seperti biasa aku pulang bersama tiffany, dan aku mengajaknya bermain seperti biasa di taman sebentar.

“fany, ini eskrim mu, ”

“thanks taeng” jawab tiffany memperlihatkan eyesmile nya.

“tiffany ,terima kasih ya, tentang hal yang kau katakan padaku kemarin ‘i love you’ kau bilang. apakah itu benar?”

“hahaha, tentu saja benar, aku menayangimu taeng, kau sangat baik padaku bagaimana mungkin aku tidak menyukaimu,”

aku terseyum mendengar apa yang dikatakan tiffany
entah kenapa saat melihat matanya jantungku berdebar debar, aku sangat menyayanginya, tiba-tiba aku teringat penjelasan appa kemarin malam. aku mendekatkan wajahku pada tiffany.

“tiffany, saranghae…” aku mencium tiffany tepat di bibirnya, ya appa bilang aku harus mencium orang yang kucintai dan juga mencintaiku, orang itu hanya tiffany.

“taeng,, ,apa yang kau lakukan….”

TBC dulu ya……….

pegel tangan otak mampet,,

semoga kali ini gak makin aneh dan gaje… pokoknya beribu maaf deh sama kekurangan2 dari ff ini, gomawo bagi yang mau mampir dan baca plus mau komen pula ,,,terima kasih banyak.. 🙂

Kiss.. Should it be Love? (Part 2)

Main Cast : Taeyeon, Tiffany

Other Cast : Member SNSD dll. (banyak deh pokoknya).

Pairing : Taeny

Genre : Yuri, Stright.

(mianh agak ooc, soalnya ini aku ngarang total)

flash back

@Canteen
-siwon pov –

aku meneguk jus yg ku pesan barusan. kulihat leeteuk teman sejalanku sedang sibuk menerima godaan dari wanita-wanita lain. ya maklum saja dia sangat populer tidak beda jauh denganku, tapi aku hanya mencintai satu yeoja yaitu tiffany. Walaupun kadang – kadang sifat playboy ku juga keluar, tapi cintaku hanya untuk tiffany. “hey choi siwon, kau tidak bosan pacaran dengan yeoja yang itu itu saja” leeteuk memalingkan wajahnya dari yeoja-yeoja itu dan mencoba berbicara serius denganku. “apa maksudmu? aku mencintai tiffany tau!!” aku mencoba membantah pertanyaannya barusan. “bukan begitu, tapi lihatlah kau sudah pacaran dengannya hampir 2 tahun lebih tapi ciuman saja tidak pernah. buat apa? mending kayak aku jadi playboy”. (jiahh playboy bangga)
“atau jangan-jangan memang dia tidak cinta padamu lagi, kau ini bodoh sekali” leeteuk mulai sok tau.

“anio, dia itu hanya belum siap. lagipula aku yakin dia cinta padaku.”

“aku sedang ada masalah dengannya, itu semua gara-gara kau yang menyuruh yeoja itu pergi ke taman malam itu, padahal kan aku lagi mau kencan sama tiffany.”

” lihat akibat keisenganmu hubunganku jadi emergency. aku harus segera memberi penjelasan padanya”
aku membela diri dan mulai mengingat masalah terpenting bagiku saat ini.

“itu kan bukan salahku, yeoja itu yang memaksa ingin tahu keberadaanmu saat itu, fansmu itu melebihi fans ku saat ini..haha..”
si leeteuk mulai ngelantur. tiba- tiba seorang yeoja menghampiri meja kami.

“leeteuk oppa, kau ada acara gak malam minggu, ?”

“eh, tentu saja tidak, memangnya kenapa” seperti biasa leeteuk pun meladeni yeoja-yeoja aneh itu. ah mending aku mikirin tiffany, kok dia belum datang ya. tadi aku sudah bilang kan ingin bicara,huh.. pasti dia masih tidak mau bertemu denganku. aha…aku suruh dia aja. aku mengeluarkan hp ku dan menelpon sebuah nama, choi sooyoung.

@jalan menuju kantin

-sooyoung pov-

“yeobosseyo..ne oppa ada apa?”

[siwon : bisakah kau bicara dengan tiffany kami ada masalah]

“Ya Tuhan lagi-lagi kau melibatkanku, waktu mau pdkt, mau jadian, mau kencan, bertengkar selalu aku dibawa-bawa. nnti kalau mau putus bilang juga sama aku ya!”

[siwon : ayolah kau kan dongsaeng ku yang paling baik dan cantik]

“kalau ada maunya saja memujiku, memang seluruh dunia juga tau hal itu, maaf aku sedang lap..” siwon oppa menginterupsiku

[siwon : nanti aku bayarin makan sebulan penuh] hmm..aku tergoda juga nih ..baiklah

“aku mau tapi dua porsi ya” aku langsung menutup telepon.

“ayo yoong ikut aku, setelah itu baru kita makan”

“aishh mau kemana aku lapar ke kantin dulu yuk!” yoona si anak baru itu merengek. belum sempat aku menjawab rengekannya aku melihat tiffany berjalan bersama seseorang ke arah toilet

“TIFFANY” aku memanggilnya.

“Tiffany, tunggu.!!” aku mencoba memanggilnya lagi untuk menyelesaikan segera urusan ini aku sudah lapar soalnya. ah sepertinya dia tidak dengar, aku mencoba menyusul mereka dan yoona pun mengikutiku. aku mengikuti smpai ke toilet, loh kok mereka masuk berdua. mau ngapain tuh aku jadi curiga.

‘flashback end’

-author pov-

“tiffany.. apa yg kau lakukan disini?!” sooyoung kaget karena taeyeon jatuh diatas tiffany. (author cuman mau kasih tau kalo pas taeyeon pipis itu tiffany gak ngeliat ke arah taeyeon lgian tiffany tutup mata, oke) “aduh..sakit sekali” tiffany mengaduh karena ketimpa taeyeon. taeyeon langsung bangkit seraya membangunkan tiffany. “eh..mianhe kau tidak apa-apa ..mianhe habisnya lantai ini licin sekali.” taeyeon memeriksa keadaan tiffany. “mana yang sakit?!” taeyeon khawatir ceritanya. “aduh..ini kakiku tadi terbentur tembok!” tiffany mulai manja -_-. “sini biar aku liat, sakit sekali ya. aduh maafin aku ya!” taeyeon merasa bersalah dan saking khawatirnya terus memeriksa keadaan tiffany tanpa menyadari dua orang di depan pintu yang sedang kaget. “ehem..” sooyoung berusaha menyadarkan dua orang itu. lalu mereka berduapun segera bangkit dengan tiffany dipapah oleh taeyeon.

“aish..jangan-jangan benar kalau selama ini kau itu penyuka sesama jenis ya” celoteh sooyoung sok tau.

dan tiba-tiba #pletakk sooyoung dijitak oleh yoona.
“kau ini bicara apa hah..dia itu eonnie ku tidak mungkin dia seperti itu.” akhirnya yoona bersuara.

“eh..yoona!” taeyeon baru sadar ada yoona.

“hah, sejak kapan kau jadi dongsaengnya tiffany?!”
sooyoung masih sok tau dengan nebak-nebak tapi salah.

“ya..bukan dia tapi yang ini..taeyeon eonnie itu kakakku. tidak mungkin dia seperti yang kau bilang..jangan asal ngomong” yoona menunjuk ke arah taeyeon.

“eh yoona kok ada disini?!” taeyeon keluar dari kamar mandi bersama tiffany.

“eh a..apa maksudmu?” tiffany reflek menjawab pernyataan sooyoung tadi.

“kalo aku seperti itu untuk apa aku pacaran dengan oppa mu” sambung tiffany.

“ya mana aku tau!” sahut sooyoung.

ah dia sudah punya namjachingu batin taeyeon.

“sebenarnya tadi aku mengajak tiffany karena aku tidak berani ke kamar mandi sendirian” taeyeon mencoba membela tiffany.

“loh sejak kapan eonnie takut sama hantu?” yoona menyela.

“oh iya tadi kau buru-buru katanya kebelet kok sekarang biasa aja” taeyeon berusaha mengalihkan pembicaraan sambil tetap memapah tiffany.

“ah..sudah tidak lagi kok ” jawab sooyoung.

“loh kok bisa, jadi sebenarnya ada apa” tiffany mencari tahu maksud sooyoung sebenarnya.

“begini loh eonnie…itu anu…”

“perasaanku gak enak, tumben kamu manggil eonnie. ada apa sih?!” tiffany bertanya sambil dipapah taeyeon.

“begini loh..siwon oppa nungguin kamu di kantin.”
terang sooyoung.

“ah aku lagi males ketemu sama oppa mu.” tiffany menolak.

“aduhh aku lapar, ayolah kita ke kantin. eonnie ayoo….” yoona merengek.

“aku juga, tapi gimana ya…, tiffany kau sudah tidak apa-apa kan, bisa jalan sendiri” taeyeon mencoba melepaskan
tiffany.

“aduh duh..masih sakitlah. kau mau kemana aku ikut denganmu tapi papah aku ya” tiffany makin manja.

“yah baiklah kalo begitu, karena aku yang menyebabkanmu begini, jadi apa boleh buat.” pasrah taeyeon.

“yahh jadi kau terpaksa” tiffany cemberut, lagi-lagi taeny mengabaikan soona.

“kalau begitu ayo cepat sekaliankau bertemu sama siwon oppa nanti ya!” sooyoung bergegas ke kantin sambil menarik tangan yoona.

@canteen

tiffany pov

saat tiba di kantin aku masih dibantu taeyeon untuk berjalan. sebenarnya aku bisa berjalan sendiri, tapi aku memang sengaja ingin mengerjai taeyeon. hahaha, melihat wajahnya yang khawatir itu sangat lucu, aku seperti menyadari sesuatu tapi aku masih tidak bisa mengingat dengn jelas apa itu.
kulihat siwon oppa sedang duduk dengan leeteuk oppa disebuah meja. dia menatapku sambil tersenyum kemudian senyumnya menghilang.
“tiffany kau kenapa?” tanya siwon oppa padaku.

“sudahlah tidak penting..cepat katakan ada apa?” aku mencoba mempercepat pertemuan ini.

“aku ingin menjelaskan semuanya..tapi jangan disini donk…ayo ikut aku!” sion mengajakku ke tempat biasa kami menyelesaikan masalah.

“di sini atau tidak sama sekali oppa” jawabku lembut.

“mwo.. ayolah apa maksudmu bicara di sini..ini hal privasi kita tiffany… ayo!” siwon oppa mengulurkan tangannya padaku. sementara aku masih di rangkul oleh taeyeon , kulihat wajah sion oppa memohon. aku menoleh ke arah taeyeon dia hanya diam.

” wah..wah..wah..sepertinya ada yang baru nih, tiffany kenalin dong temannya!” kulihat leeeuk oppa menghmpiri kami. siapa yang dia maksud. hah? taeyeon playboy macam dia ingin mendekati taeyeon ku. ..mwo..taeyeonku …aduh ada yang salah ya dengan otak ku. aku menggelengkan kepala ku.

:”loh kenapa, kamu gak mau ngenalin? ” tanya leeteuk oppa.

“annyeong hasseyo kim taeyeon imnida, aku anak baru disini. sepertinya kalian sunbae..salam kenal” kulihat taeyeon tersenyum sambil membungkukan kepalanya sedikit sementara masih merangkulku.

:”tiffany, ayo…kumohon!” siwon oppa bersuara lagi.

aku berpikir beberapa saat. mungkin ini saatnya. “baiklah, ayoo oppa ikut aku!” ajakku sambil melepaskan tanganku dari leher taeyeon dan berjalan dengan normal.

“m,,mwo…” kulihat sekilas taeyeon membelalakkan matanya.

siwon mengikutiku. sementara saat aku menoleh ke belakang kulihat leeteuk mengajak taeyeon untuk duduk dan memesan makanan sambil memperlihatkan senyumnya yang kata orang banyak terutama para gadis sangat mempesona. ih biasa aja… lebih hebat eyesmile ku .taeyeon aja langsung bengong pas liat pertama kali..lucu sekali ekspresinya. hihihi..

“tiffany..kau dengar aku?” siwon oppa melabaikan tangannya di wajahku. Ya Tuhan sepertinya aku tersenyum sendiri..ah aku langsung menggelengkan kepalaku.

“kau baik-baik saja?”

“n,,ne oppa im okay” ku jawab.

“tiffany aku ingin menjelaskan semuanya, aku minta maaf,,mianhe..aku..”

“tidak ada yang perlu dimaafkan oppa, justru aku ingin minta maaf, ..” aku menghembuskan nafasku dengan berat.

“sepertinya kita memang tidak cocok, kau tidk salah. aku bukan kekasih yang baik, aku tidak pernah memperhstiksnmu. aku minta maaf untuk ini oppa,, sepertinya ini berakhir” aku menunduk sambil menahan tangisan di mataku.

“a..apa maksudmu tiffany. tolong ddengarkan aku, malam itu aku tidak benar-benar seperti yang kau lihat.. ku mohon tiff ,,jangan bilang begitu. saranghae tiff….” siwon oppa memegang kedua tanganku dan berusaha merubah keputusanku.

“aku tau itu oppa, ini bukan karena malam itu. aku hanya….” aku menghembuskan nafas bera sekali lagi.

“mianhe oppa..kurasa aku tidak pernah mencintaimu…”

mata siwon terbelalak seakan tak peraya ” bohong,ini tidak mungkin, katakan kau mencintaiku kan..tiffany katakan!!” siwon mulai membentak.

“mianhe oppa aku mencintaimu.. namun hanya sebatas dogsaeng kepada oppa nya tidak lebih.. aku sudah nerusaha oppa tapi aku tak bisa..huft.. mianhe ada orang lain,,,”

“apa? orang lain,,.siapa? namja yang tadi pagi? ” siwon mengeraskan suara.

“hah ,,namja yang mana. tentu saja bukan oppa. aku baru mengenalnya. itu tidak mungkin.”

“kau masih ingat waktu itu aku menceritakan cinta pertamaku ,, dan spertinya aku masih tidak bisa melupakannya,” aku melanjutkan.

“tapi itu masa lalumu,,itu sudah lama,,dan dia tidak akan kembali,,lihat aku! aku ada di hadapanmu dan aku mencintaimu” siwon memegang pundakku dan menariknya ke hadapannya.

“aku merasa dia akan segera datang” aku menjawab cepat.

“bicara apa kau ini…lihat aku tatap mataku katakan kau tidak mencintaiku”

aku menatapnyaa dengan tegas ku katakan “mianhe siwon oppa aku tidak mencintaimu sama sekali”

kulihat tangan siwon oppa melayang ingin memukulku. aku menutup wajahku,………
#plakk tamparan yang lumayan keras mendarat di wajahku

“kenapa aku tidak bisa membuatmu mencintaiku. ”

“maaf oppa .. banyak gadis yang lebih baik daripada aku, mungkin kita tidak berjodoh.” aku memegang pundaknya.

“dengar, aku sangat mencintaiku. kembailah kapanpun kau berubah pikiran” siwon menarikku kedalam pelukannya.

“mianh oppa..aku hanya tidak ingin melukaimu lebih dalam. ” aku tak bisa menahan tangisku karena sudah melukai seseorang. siwon melepaskan peluknnya dan berlalu.

aku tinggal sendirian sampai ada beberapa orang daatang.

-AUTHOR POV-

“hey..itu dia gadis yang membuat siwon oppa patah hati.” Seungyon yang merupakan fans siwon menatap sinis pada tiffany.

“dia kira dia siapa, berani-beraninya melakukan itu” Ga In ikut-ikutan melihat sinis ke tiffany

“baguslah kau sadar diri untuk memutuskan hubungan ini.”

“tapi kami tidak akan melepaskanmu begitu saja” Ga In menambahkan

“kami bisa berbuat apapun yang kami mau..” Seungyeon tersenyum licik.

“kau jangan sok cantik ya. ayo kita lihat seberapa cantik dia kalo kita menggunting rambutnya.” Jiyeong yang merupakan bos geng bernama “loyalist siwon” itu tiba-tiba muncul dengan sebuah gunting.

“huahhahahahaha…” Ga in mengeluarkan tawa genderuwwo.

“aaa…apa yang akan kalian lakukan,,kumohon jangan.”
__________________________________________________________________________________________________________________________

@canteen
Taeyeon Pov

kenapa tadi tiffany pura-pura tidak bisa jalan ya,, apa maksud dia? haha..mengingat kejadian di kamar mandi, wajahnya amzing, cantik, imut, lucu..

“hai, kau tinggal di mana? ” leeteuk melempar senyum sambil bertanya padaku, ma\enyadarkan lamunanku.

“ah,,aku tinggal di daerah sini tidak begitu jauh kok.” aku tersenyum sambil memikirkan sesuatu. kulihat namja bernama siwon itu kemari, tapi aku tidak lihat fany. ah, kenapa perasaanku tidak enak ya..

“hey,,mm,,siwon oppa ya.”

“ya,,ada apa? “siwon mengangguk.

“mm,,, tiffany di mana,? tidak bersamamu?”

“ah..tidak. aku meninggalkannya disana.”

“kenapa kau meninggalkannya? ”

“apa yang salah,,dia sudah besar, aku idak meninggalkannya di hutan,, hanya di belakang sekolah. lagipula kami sudah putus. ” siwon mengerutkan keningnya.

entah mengapa aku merasa fany pasti butuh seseorang saat ini.

“mm ,,,permisi ya. aku ingin menemui fany” aku mwmbungkukan badan ku setelah berdiri.

“hey , mau kemana. belum sempat ngobrol lama” leeteuk bersuara.

“mianhe aku harus segera pergi”

_______________________________________________________________________________________________________________________

Taeyeon Pov

aduh ini benar taman belakang kan, di mana tiffany.
seperti ada suara teriakan.

AUTHOR POV

“kumohon jangan ” tiffany mengangkat tangannya kedepan untuk mencegah niat 3 orang aneh tersebut.

“tolongg” tiffany berteriak namun karena lokasi ini jauh dari kelas-kelas lain maka tak ada yang akan mendengar jelas, tiffany terus memohon dan menangis.

“hahaha..mau minta tolong sama siapa, tidak ada yang akan dengar”

“apa lagi mau ihat,,”

“tidak akan ada yang peduli”

#bukk suara pukulan keras menghampiri Jiyeong. ia dan guntingnya pun terjatuh.

tiffany masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya, seseorang itu langsung menarik tangan tiffany dan segera mengajaknya berlari sebelum ketiga orang itu sadar apa yang sedang terjadi.

Seungyeon dan Ga In masih kaget namun mereka tidak peduli pada tiffany dan orang yang menyelamatkannya. mereka hanya menunduk dan berusaha membangunkan bos nya yang sepertinya pingsan/

“ottohke Gain bagaimana ini…bos..bos..bangun bos,,”

“..ayo kita bawa ke UKS ” mereka berusaha mengangkat Jiyeong yang lumayan berat itu.

_____________________________________________________________________________________________________________________________

Setelah lelah berlari mereka berhenti di sebuah korodor yang sepi (ceritanya ini sekolah nya luas banget ya. ada asrama nya juga nanti).

“h.kau..tidak apa apa?” orang itu terengah-engah sambil menatap ke arah tiffany yang masih shock dan menangis.

tiffany langsung memeluk orang itu dengan erat..

“gomawo…gomawo…Kim…….

TBC aja dulu ya

,,,ntar aku sambung lagi,,capek banget ngetik,,
aku tau ini msh kurang panjang,,,mianhe aku gak ahli nulis.T_T
mianhe kalo typo n kkurangan sgala macem,,mohon dimaafin,,yang mau komen silahkan saya berterima kasih banget,,yang gak mau juga gak papa kok…:)
yang mau copast silahkan ,,berarti karya aku bagus…#plakk ini beneran karya aku sendiri loh walopun jelek bnget and ancur gini,,aku pemula,maklumi aja ya..hehe..oia dsini pemainnya semua Artis K-Pop. jadi misalnya aku jadiin idola kalian org jahat,,maaf ya,,kn cuman fiksi.
kamsahamnida …*bow*

Kiss.. Should it be Love?

Main Cast : Taeyeon, Tiffany

Other Cast : Choi Siwon, Kim Hyesung, jessica, yuri, sooyoungHyoyeon, dll banyak nanti tau sendiri.

Pairing : Taeny

Genre : Yuri, Stright, Romance, Teenage dll.

Tiffany Pov

Pagi ini rasanya malas sekali ke sekolah, setelah pertengkaran semalam aku jadi muak bila harus bertemu dengannya lagi. seprti barusan sungguh menyebalkan.

flashback (author pov)
“tiffany… hey tunggu dulu!” tampak seorang namja tampan berlari mendekati tiffany dan segera menarik tangan tiffany.
“tiffany, kenapa td malam kau meninggalkanku begitu saja tanpa mendengar penjelasanku dulu..” namja itu kembali menggenggam kedua tangan tiffany.
“sudahlah oppa, aku sedang malas bertemu denganmu, jadi tolong lepaskan aku!” tiffany berusaha melepaskan tangannya dari genggaman si namja. “tapi tiffany, aku mohon sebentar saja…”, si namja masih berusaha menggenggam tangan tiffany. tapi tiba-tiba seseorang yang baru turun dari mobil menghampiri mereka. “hey.. apa yang kau lakukan..lepaskan dia”, “dengar ya, ini bukan urusanmu, dia itu yeojachinguku!”, “jadi kalau begitu kau bebas memaksanya? huh?” raut muka tiffany yang semula kesal berubah menjadi khawatir. “oppa sudahlah nanti saja, aku mau masuk ke kelas, siwon oppa ku mohon pergilah!” melihat raut wajah tiffany, siwon merasa bersalah “baiklah nanti aku tunggu ya, aku mencintaimu!” siwon berlalu setelah mencium kening pacarnya. Merasa tidak nyaman denga pemandangan di depannya, orang itu segera memprkenalkan diri. “hey kau tidak apa-apa?!” “ah, tidak apa- apa. aku baik-baik saja”, tiffany mencoba terseyum. “kenalkan Kim Hyesung imnida, aku siswa baru disini”. (plak..pasti pada nyangka kim taeyeon..kekeke~) hyesung tersenyum hangat. “oh..aku tiffany hwang..terimakasih ya tadi, dan um..selamat datang di sekolah ini, maaf permisi aku harus segera masuk” tiffany membungkukan badannya dan langsung pergi. “tiffany ya..cantik.” hyesung bergumam dan tiba-tiba datang seseorang, “hmm..wangi sekali..”

.flasback end.

tiffany pov
“hey..kau datang-datang kenapa melamun? mukamu kusut gitu!, kau sakit?!” hyoyeon menyadarkanku dari lamunanku, aku hanya menggeleng. “lalu kenapa? bertengkar lagi? sudahlah nanti aku akan menyuruh eunhyuk oppa untuk menasehatinya! ya sudah tersenyumlah” “ah itu tidak perlu..aku baik-baik sja kok..gwenchana” aku pun tersenyum dengan menunjukkan eyesmileku. “hehe..nah begitu dong tersenyum.” “hari ini ada siswa baru dan ku dengar dia sangat cantik dan imut, nanti kalau kau sering cemberut bisa-bisa cantikmu kesaing lagi. hahaha..” “hah?! cantik? bukankah siswa barunya seorang namja?!” belum sempat hyo menjawab tiba-tiba Ms. Park datang. semua murid termasuk aku pun berdiri memberi salam. ternyata dia tidak sendiri.

author pov
“anak-anak sudah tau kan ada murid baru, nah….” drt..drt..hp ms.park berdering. “oke sebentar ya..kamu silahkan perkenalkan diri” Ms.Park segera keluar.
seorang yeoja imut berdiri di depan kelas dan segera memperkenalkan diri “annyeonhasseyo..Kim Taeyeon imnida..!” senyum merekah di bibirnya dan seketika matanya tertuju pada satu tempat. “(wah cantik sekali)” “(sangat imut)” “(aku ingin jadian dengannya)” murid-murid lain seakan terpana dan berbisik-bisik gaje. nmun mata taeyeon masih memandang intens pada seseorang.

taeyeon pov
hah..perasaan apa ini..kenapa jadi deg-degan gaje gini ya..perasaan aku ga ada sakit jantung deh. aku terus berjalan mendekati yeoja itu, tubuhku semakin dekat dengannya, mataku menuju bibirnya yang uhh sexy.lalu aku memiringkan kepalaku..kulihat dia memejamkan matanya. deg deg hah apa itu suara jantungnya, atau jantungku. akupun memeluknya. “hey..salam kenal…boleh aku duduk di sampingmu?” “ah..eh..te..tentu saja..silahkan..ini kosong” haha dia lucu sekali ketika gugup dan menjilat bibirnya tiba-tiba. akupun segera duduk. kulihat seisi kelas tampak bingung..aku hanya tersenyum tiba-tiba guru tadi masuk lagi membuat kelas menjadi tenang.

tiffany pov
yah apa yang anak ini lakukan datang-datang langsung memelukku setelah sebelumnya seperti mau menciumku.ingin aku memarahinya tapi melihat dia tersenyum begitu aku kok tidak tega ya.ah sudahlah tapi dia memang cantik seperti yang hyo katakan.
taeyeon pov

dia kelihatan gugup sebelum berkata “umm kenalkan aku tiffany hwang” “oh..itu nama yang bagus.”jawabku tersenyum sebelum tiba2 aku mengingat sesuatu. tiffany.. wangi ini…

flashback
“wangi ini..hei kau pakai parfum baru ya..kok baunya seperti punya yeoja” “tiffany ya…cantik” “hey apa yang kau pikirkan, siapa yang cantik? baru datang sudah pasang kuda-kuda..dasar playboy” “hey..jaga mulutmu..aku ini oppamu..” “terserah..aku mau masuk” aku segera menuju kelas baruku.
flashback end

yah..apa ini yeoja yang hyesung maksud…kenapa dia selalu ikut-ikutan sih..huhh dasar..tapi kan dia duluan yang menemui yeoja ini..ah sudahlah…aku pun membuka buku dan ulai belajar.

tiffany pov
kriiing kriiingg..bel berbunyi..akhirnya..aku bosan. kulihat anak disebelahku hanya diam… wajahnya tidak seceria tadi.
“mau ke kantin bareng?” aku mencoba mengajaknya.”hmm..kau duluan saja” dia diam sebelum menjawab tanpa menoleh ke arahku..ada apa dengannya apa yang salah denganku..aku mengerucutkan bibirku.
tiba-tiba yuri dan jessica datang .. “hey.. kenalkan aku yuri” “aku jessica” jessica tersenyum dan berdiri di dekat taeyeon. tiba-tiba wajahnya tersenyum.”haii juga senang mengenal kalian” yahh kenapa dia tiba – tiba berubah sama jessica. “kok kamu cemberut tiff?” tanya yuri padaku. belum sempat ku jawab hyoyeon datang “hei aku hyoyeon,” hyo tersenyum dan dibalas oleh taeyeon. hyo melanjutkan “tadi kamu kok langsung meluk tiffany gitu sih? naksir ya?!” tiba-tiba wajahku panas..aishh apa yang dia lakukan. “ah itu karena dia sangat cantik, matanya indah dan kelihatannya dia anak baik. aku menyukainya.” mendengar pujian taeyeon aku merasa terbang ke angkasa melayang-layang menari-nari hingga tidak terasa wajahku memerah. “ehh kok kau merah gitu tiff” yurilagi-lagi nyeletuk aja. “ah..gak kok. biasa aja..aku mau ke kantin..hyo ke kantin yuk” “taeyeon ke kantin bareng yuk!” jessica ngajak taeyeon. “ayo!!” jessica menggandeng tangan yuri dan taeyeon. kok perasaanku jadi aneh gini sih. tadi sama aku gak mau..sekarang mau..tadi senyum terus cemberut..terus muji aku..dasar aneh. “tiff..ayo..katanya mau ke kantin” hyoyeon nyadarin aku lagi. “oh ah..iya ayo..aku uda laper nih.” “heii..tunggu ayao sama-sama” teriak hyoyeon pada ketiga orang tadi.
tiba-tiba taeyeon berhenti, “aduh aku pengen pipis nih, toilet dimana ya?!” aku meningat sesuatu kalau pasti sekarang siwon oppa lagi nunggu di kantin..ah mles ah. “oh..ayo aku anterin” daripada ketemu dia mending nemnin taeyeon pipis..biar bisa ngintip..aishh aku mikir apa sih.. aku ngetok-ngetok kepalaku. “hei jadi nganterin gak..tar aku ngompol loh” aku tersadar dan tinggal aku sama taeyeon berdua disini. “oh..ayo ayo..” ihh aku kok jadi mendadak tolol gini sih..padahal emang tolol beneran sih hehe…

sampai di toilet
sampai di toilet

aku mengantarnya sampai di depan pintu toilet..ah tidak aku menggandengnya sampai ke kloset. “heii sudah sampi ..kok masih disini..mau liat aku pipis ya?” “ah..ah..mian..aku..aku..”ya ampun wajahku panas.babo banget sih aku(emang kamu babo banget sih..kekeke..) “ah yasudah…” eh tiba-tiba teyeon mau buka rok. aku langsung balik badan.
“yah..apa yang kalian lakukan..masuk toilet berdua…mau mesum ya.” ahh suara itu ..aku mengenalnya..choi sooyoung apa sih yang dia lakukan..gawat nih dia kan mulutnya ember..bisa-bisa bikin gosip baru lagi.
“woii cepetan aku mau pipis woii,aku buka ya!!”
eeh jangan..aduhh taeyeon lama banget sih..sengaja ya dia..itu lagi si pohon kelapa..kayak ga ada toilet lain aja..
“aduhh lega..ihh berisik banget sih” akhirnya taeyeon siap juga. slittt..(bunyi org kepeleset)”ahhh….”
brakk!! pintunya ga dikunci ya.
“tiffany!! mwooyaa..apa yang kau lakukan disini?!”
“ah..ah..ini..ini..”

bersambung…

fiuhh..finally selesai juga ff pertamaku yang lumayan amburadull..eh total deng amburadul nya..
mian ya kalo ceritanya gak seru..otak author masih baru banget dalam dunia perfanfics-an di sini..
karena author update via hp..mian kalo banyak pengetikan yang salah-salah and kurang-kurang gitu.
dimohon bnget komentarnya..mau jelek atau bagus author siap menerima.
kamsahamnida…(membungkuk 180 derajat) (?)

SNSD Menyapu Bersih Berbagai Penghargaan di Masing – Masing Bidang

Superstar Hallyu, Girl’s Generation, yang tidak asing ketika memenngkan award, telah menetapkan rekor unik namun mengesankan sebagai anggota2nya yang menyapu semua tiga jaringan besar dengan menang di berbagai acara. Pada hari Jumat 18 Mei Girl’s Generation Sub Unit TaeTiSeo memenangkan peringkat # 1 yang kedua selama berturut-turut di KBS’ s ‘Music Bank, di mana Tiffany bangga mengucap syukur dengan mengatakan, “Saya senang untuk cinta yang menyebabkan hal ini (# 1), dan Saya senang berada Girls ‘Generation” Bukan hanya itu, selama di SBS!, Girls’ Generation ‘s maknae Seohyun membuat tanda sendiri dengan memenangkan MVP pada “100 Million Quiz Show”. Kemenangannya merupakan hal yang lebih mengesankan bila diperhitungkan bahwa dia adalah pemenang pertama yang berhasil melewati tanpa kehilangan satu pertanyaan pun. Kinerja sempurna nya membuktikan bahwa kecantikan mempesona nya cocok dengan otaknya yang sama mengesankan. Dominasi Girls ‘Generation tidak berakhir di sana, berkat kemenangan si dancing queen Hyoyeon di acara MBC ‘Dancing with the Stars 2’. Tango rutin seksinya tidak hanya memamerkan fleksibilitas-nya dalam tarian, tapi juga membuat penonton mengakui keahliannya sebagai penari nomor 1. Tampaknya SNSD sekali lagi membuat para fans dan pemirsa siaran Jumat malam “merasa panas”..aw..aw..aw dilansir oleh AllKpop..